Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Belasan Ribu Nelayan 'Teriak' Kesulitan Dapatkan BBM

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 13 Desember 2018
Belasan Ribu Nelayan 'Teriak' Kesulitan Dapatkan BBM

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekitar 18.000 nelayan di Kabupaten Banyuasin hingga kini masih mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak untuk menangkap ikan di laut.

"Nelayan dengan 4.000 kapal ukuran besar dan kecil setiap hari sulit mendapatkan BBM. Untuk mendapat pasokan BBM dari penaylur tidak resmi nelayan harus membelinya dengan harga tinggi. Permasalahan ini perlu segera dicarikan solusinya," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Banyuasin Basarudin di Palembang, Kamis (13/12).

Menurut dia, kebijakan pemerintah menerapkan BBM satu harga dan mengupayakan penambahan sub penyalur bahan bakar minyak di daerah pelosok dan perairan disambut gembira nelayan.

Untuk mengatasi permasalahan kesulitan mendapatkan BBM, pihaknya berupaya memfasilitasi masyarakat secara perorangan dan kelompok nelayan membangun sub penyalur bahan bakar minyak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin mengupayakan setiap desa ada sub penyalur bahan bakar minyak untuk memaksimalkan penerapan kebijakan BBM satu harga.

"Masyarakat yang berada di daerah pelosok dan perairan atau yang lokasinya jauh dari SPBU mitra Pertamina sekarang ini sebagian besar masih membeli BBM dengan harga tinggi atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dari penyalur tidak resmi, kondisi ini diharapkan bisa segera diatasi dengan pembangunan sub penyalur BBM di setiap desa," ujarnya.

Dalam acara Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur dalam rangka percepatan penerapan BBM 1 harga, dia menjelaskan bahwa Kabupaten Banyuasin dengan luas wilayah 11.832 KM2 yang kondisinya sekitar 80 persen berada di perairan memerlukan banyak sub penyalur BBM.

Dengan kondisi tersebut, daerah yang memiliki 21 kecamatan serta 305 kelurahan dan desa itu sulit untuk mengatasi masalah tingginya harga BBM di daerah pelosok dan perairan tanpa adanya penyalur resmi.

Ilustrasi nelayan tradisional. (MP/Rizki FItrianto)
Ilustrasi nelayan tradisional. (MP/Rizki FItrianto)

Untuk mengatasi masalah sulitnya memperoleh bahan bakar minyak dan harga di daerah pelosok dan perairan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah daratan, sangat mengharapkan pembangunan sub penyalur BBM di setiap desa segera diimplementasikan, kata Basarudin.

Sementara Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas bumi (BPH Migas), Ahmad Rizal mengajak pemerintah daerah membangun sub penyalur BBM di daerah pelosok dan perairan.

Untuk mempercepat pemerataan penerapan BBM satu harga di Sumatera Selatan dan provinsi lainnnya perlu dibangun ratusan bahkan ribuan sub penyalur BBM.

Penyalur BBM PT Pertamina atau yang dikenal Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jumlahnya terbatas sehingga belum bisa maksimal mendukung kebijakan pemerintah menerapkan BBM satu harga.

Untuk membangun sub penyalur BBM resmi, pihaknya mendorong pemerintah kabupaten/kota mengajak masyarakat yang berada di daerah pelosok yang lokasinya jauh atau di atas 10 kilo meter dari SPBU.

"Masyarakat bisa mengajukan permohonan membangun sub penyalur BBM secara perorangan dan berkelompok ke BPH Migas melalui pemerintah daerah setempat," ujar Rizal.

#Nelayan Tradisional #BBM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menteri Bahlil Kasih Sinyal BBM Nonsubsidi Bakal Turun Harga
Selain membahas harga BBM, Bahlil melaporkan hasil kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dari sejumlah negara kepada Presiden Prabowo Subianto
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
Menteri Bahlil Kasih Sinyal BBM Nonsubsidi Bakal Turun Harga
Indonesia
Bahlil Berikan Sinyal Penurunan BBM Nonsubsidi, Tapi Ada Syaratnya
Bahlil mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan sejumlah negara.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Bahlil Berikan Sinyal Penurunan BBM Nonsubsidi, Tapi Ada Syaratnya
Indonesia
Kelangkaan BBM di Sumut, DPR Minta Pertamina Buka Penyebab Sebenarnya
Anggota Komisi XII DPR RI Elpisina meminta PT Pertamina mengungkap secara terbuka penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
Kelangkaan BBM di Sumut, DPR Minta Pertamina Buka Penyebab Sebenarnya
Indonesia
DPR Bongkar Modus 'Ambil Jatah' BBM Subsidi, Pelaku Layak Dipidana
Modus tersebut dilakukan dengan menjaga setiap transaksi tetap di bawah batas harian 200 liter guna mengecoh deteksi otomatis.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Bongkar Modus 'Ambil Jatah' BBM Subsidi, Pelaku Layak Dipidana
Indonesia
Kelangkaan BBM Lumpuhkan Aktivitas Warga Sumut, Pertamina Diminta Segera Bertindak
Kelangkaan BBM melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara, membuat antrean panjang terjadi di SPBU. DPR meminta Pertamina segera memperbaiki distribusi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Kelangkaan BBM Lumpuhkan Aktivitas Warga Sumut, Pertamina Diminta Segera Bertindak
Indonesia
Polda Sumut Siaga 24 Jam, 786 Personel Kawal Distribusi BBM di 325 SPBU
786 personel Polda Sumut diturunkan untuk mengawal distribusi BBM di 325 SPBU selama 24 jam.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Polda Sumut Siaga 24 Jam, 786 Personel Kawal Distribusi BBM di 325 SPBU
Indonesia
Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat Normalkan Pasokan BBM di Sumatera Utara
Peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir di Medan naik sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Pertamina Tambah 10 Mobil Tangki Buat Normalkan Pasokan BBM di Sumatera Utara
Indonesia
Pertamina Klaim Pasokan BBM ke SPBU di Sumut Berangsur Normal
Di samping upaya percepatan distribusi, Pertamina Patra Niaga juga memperketat pengawasan di seluruh rantai penyaluran BBM.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Pertamina Klaim Pasokan BBM ke SPBU di Sumut Berangsur Normal
Indonesia
Distribusi BBM di Sumatera Utara Bermasalah, Brimob Dikerahkan Jaga SPBU
Pengamanan itu dilaksanakan oleh personel Batalyon A Pelopor, Batalyon B Pelopor, dan Batalyon C Pelopor sebagai langkah preventif untuk memastikan proses distribusi dan pelayanan pengisian BBM berjalan lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Distribusi BBM di Sumatera Utara Bermasalah, Brimob Dikerahkan Jaga SPBU
Indonesia
Bobby Nasution Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Sumut, Gara-gara Mogok Massal?
Kelangkaan BBM di Sumut ternyata dipicu mogok massal sopir truk. TNI dan Polri pun siap pantau distribusi BBM ke SPBU.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Bobby Nasution Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Sumut, Gara-gara Mogok Massal?
Bagikan