Merahputih.com - Timnas Belanda memasuki era baru setelah menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih menggantikan Ronald Koeman.
Mantan pelatih Barcelona itu mendapat tugas mengembalikan Oranje ke jalur prestasi setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
Baca juga:
Belanda vs Jerman: Debut Jurgen Klopp dan Misi Bangkit Die Mannschaft
Xavi menjadi pelatih asing pertama yang menangani Belanda sejak 1978. Legenda Barcelona berusia 46 tahun tersebut dikontrak selama empat tahun.
Filosofi Johan Cruyff
Penunjukan Xavi juga memiliki ikatan tersendiri dengan sepak bola Belanda. Semasa bermain, ia dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Barcelona dan banyak dipengaruhi filosofi Johan Cruyff.
Pengalamannya bekerja bersama Louis van Gaal dan Frank Rijkaard turut memperkuat keterkaitannya dengan tradisi sepak bola Belanda.
Baca juga:
Kini, Xavi ingin membangun tim yang tidak bergantung pada ego individu. Ia berencana menjadikan penguasaan bola dan permainan menyerang sebagai identitas Oranje, dengan pendekatan yang lebih proaktif dibandingkan era Koeman.
Belanda Kehilangan Sejumlah Pilar
Meski memasuki era baru dengan optimisme, Xavi tidak bisa menurunkan skuad terbaiknya.
Sejumlah pemain penting harus absen karena cedera, di antaranya Frenkie de Jong, Mats Wieffer, Ian Maatsen, Matthijs de Ligt, Jerdy Schouten, dan Xavi Simons.
Baca juga:
Donyell Malen Absen Bela Belanda, Xavi Kecewa Kehilangan Penyerang yang Sedang Gacor dalam Debutnya
Donyell Malen dan Justin Kluivert juga harus dicoret dari skuad karena masalah kebugaran. Posisi keduanya kemudian digantikan Mexx Meerdink dan Guus Til.
Kondisi tersebut menjadi tantangan awal bagi Xavi saat mulai membangun tim sesuai filosofi yang diinginkannya.