MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan San Siro Stadium, salah satunya terkait transformasi tata kelola Jakarta International Stadium (JIS), pada Selasa (12/5) lalu.
Kerja sama itu mencakup aspek manajemen stadion, penyelenggaraan kegiatan, hingga promosi wisata olahraga.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyebutkan, Jakarta perlu belajar dari pengalaman San Siro yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan, tetapi juga menjadi destinasi wisata olahraga (sport tourism), ruang ekonomi kreatif, pusat hiburan, dan ikon kebanggaan warga.
"Kita belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” ujar Rano.
Baca juga:
Kasus Penjualan San Siro Memanas, Kepolisian Italia Selidiki Dugaan Manipulasi Tender
San Siro merupakan salah satu ikon sepak bola dunia yang sudah berusia 100 tahun, kemudian terus berkembang hingga memiliki kapasitas 75 ribu penonton.
Rano menegaskan, pengalaman San Siro penting bagi Jakarta. Sebab, JIS dirancang sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung posisi Jakarta sebagai kota global.
Ia pun berharap, JIS dapat memperluas jejaring internasional dalam aspek manajemen stadion, penyelenggaraan kegiatan, promosi wisata olahraga, dan pengembangan konten pengalaman pengunjung.
Selain itu, Rano juga mendorong PT Jakarta Propertindo selaku pengelola Jakarta International Stadium untuk menindaklanjuti komunikasi dan transfer pengetahuan dengan pihak San Siro Stadium.
Nantinya, kolaborasi tersebut dapat mencakup tata kelola stadion, manajemen event berskala besar, optimalisasi aktivitas nonpertandingan, hingga pengembangan pengalaman pengunjung agar JIS memiliki kegiatan sepanjang tahun.
Baca juga:
Usai Kerusuhan Persipura Lawan Adyaksa FC, Stadion Lukas Enembe Ditutup Buat Perbaikan
Rano bersama delegasi Jakarta yang melakukan pertemuan dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso dan Business Development San Siro Stadium, Michele Finucci, membahas peluang pertukaran pengetahuan terkait pengelolaan stadion internasional.
Kemudian, mereka juga membahas penyelenggaraan kegiatan, pengembangan museum stadion, teknologi pembibitan rumput, serta strategi membangun keterlibatan penggemar (fan engagement) dalam menjaga fasilitas stadion.
Michele Finucci menyampaikan, bahwa San Siro terbuka untuk berbagi pengalaman dengan Jakarta.
Menurut dia, stadion modern harus dikelola tidak hanya sebagai arena pertandingan, tetapi juga sebagai ruang pengalaman publik yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan emosional.
Baca juga:
Adapun, pertemuan dengan pihak San Siro juga sejalan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Rano menilai, rencana tersebut menunjukkan bahwa Jakarta memiliki daya tarik besar sebagai pasar sepak bola internasional dan kota penyelenggara event olahraga kelas dunia.
"Tugas kita memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” kata dia. (*)