Bel Kemaluan dan Si Marinir Pendamping Antonio Conte

Thomas KukuhThomas Kukuh - Rabu, 10 November 2021
Bel Kemaluan dan Si Marinir Pendamping Antonio Conte

Pelatih kebugaran Tottenham Hotspurs Gian Piero Ventrone dan Manager Tottenham Hotspur Antonio Conte

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - ”Jika seorang pemain tak punya sikap bagus, maka saya lebih baik membunuhnya,” ujar Pelatih Tottenham Hotspur Conte beberapa waktu lalu di Sky Sports. Ucapan tersebut terdengar begitu sangar.

Tapi track record Conte memang sudah jelas. Bukan rahasia jika Conte dikenal sebagai salah satu pelatih top di Eropa. Dia memenangkan banyak trofi bersama Juventus, Chelsea, dan Inter Milan.

Conte populer di Eropa berkat taktik 3-5-2 yang kerap diterapkannya di klub-klub yang pernah dilatihnya. Luapan emosi yang meledak-ledak di area teknik dalam pertandingan menularkan mentalitas juara ke timnya.

Conte hanya menerima satu hal dari pemainnya: kerja keras di sesi latihan dan punya karakter yang bagus.

Dengan karakternya yang kuat Conte sejatinya 11-12 dengan pelatih Atletico Madrid: Diego Simeone. Dia akan berusaha keras membentuk tim bermain sesuai keinginannya dan menerapkan metode kepelatihannya.

“Menjadi manajer Tottenham merupakan kesenangan yang luar biasa, suatu kehormatan besar. Sekarang saya ingin membalas kepercayaan ini. Filosofi kepelatihan saya sangat sederhana: memainkan sepak bola yang bagus dan sepak bola yang menarik bagi para penggemar kami dengan penuh semangat. Untuk memiliki tim yang stabil, tidak naik turun,” tutur Conte.

“Fans pantas memiliki tim yang kompetitif dengan keinginan untuk berjuang. Saya akan melakukan segalanya untuk mendapatkan dukungan mereka," terang Conte pasca dikenalkan sebagai manajer Spurs.

“Tottenham adalah klub penting di Inggris dan di seluruh dunia. Stadion dan tempat latihannya luar biasa. Klub dan Daniel Levy sangat menginginkan saya. Ini adalah kesempatan yang baik, suatu kehormatan untuk menerima dan menjadi manajer."

“Saya telah melihat pada hari Selasa tempat latihan dan saya ingin mulai bekerja. Saya tiba di klub top. Situasi ini mendorong Anda dan meningkatkan keinginan untuk melakukan sesuatu yang penting bagi para penggemar klub ini.”

Gian Piero Ventrone
Ala Marinir: Gian Piero Ventrone (kanan) saat memberikan latihan kepada pemain Napoli. (instagram: Gian Piero Ventrone)

Latihan ala Militer Antonio Conte Dimulai

Kehilangan pemain-pemain kunci Tottenham di jeda internasional saat ini memang membuat frustrasi Conte, sebab ia ingin mengenal karakteristik timnya lebih jauh. Tapi ia tetap akan melanjutkan proses pembentukkan tim.

Beberapa pemain inti Tottenham yang dipanggil ke timnas seperti Harry Kane, Son Heung-min, Hugo Lloris, tidak dapat mengikuti sesi latihan Tottenham selama dua pekan ke depan. Tetapi pemain yang tersisa akan merasakan 'penyiksaan' ala Conte.

Conte dan staf kepelatihannya akan mulai membentuk kebugaran skuad dan mengajarkan pemain-pemainnya nilai penting dari pendekatan tersebut. Sesi latihan itu seolah menjadi pramusim kecil-kecilan dengan adanya dua sesi latihan ekstra.

Tiga dari enam pelatih dari asisten pelatih Conte merupakan spesialis pembentukkan tubuh. Spurs diprediksi dapat kembali jadi tim paling bugar di liga, setelah sebelumnya kondisi itu menurun di bawah arahan Jose Mourinho.

Gian Piero Ventrone, satu dari pelatih-pelatih kebugaran Conte, terkenal dalam lingkaran sepak bola Italia dan punya julukan 'Si Marinir' oleh skuad Juventus - termasuk oleh Conte pada medio 1990-an.

Tiga moto terkenal Ventrone adalah 'Bekerja hari ini untuk berlari besok', 'Mati tapi finish', dan 'Kemenangan hanya layak untuk mereka yang kuat'.

Di antara metodenya ada satu istilah yakni 'Bel kemaluan', ini adalah bel yang harus dibunyikan pemain jika mereka tak lagi sanggup menjalani metodenya.

Bel itu menurut Ventrone dibuat sebagai stimulus untuk melewati batas, serta memainkan musim di sesi latihan dapat menambah intensitas. Gianluca Vialli bahkan pernah dibuat kesal dengan metode kepelatihan Ventrone.

Staf kepelatihan Conte lainnya juga terdiri dari Constantino Coratti (pelatih kebugaran) yang sudah bekerja dengan Conte dari Juventus, timnas Italia, Chelsea, dan Inter, serta Stefano Bruno (spesialis rehabilitasi).

Ada juga Gianluca Conte (adik Conte yang menjadi analis), serta asisten pelatih Cristian Stellini. Tak lupa Ryan Mason yang mengenal kultur Tottenham juga menjadi asisten pelatih Conte.

Kehadiran para staf kepelatihan Conte diharapkan mempercepat proses adaptasi skuad Tottenham. Jika sudah benar-benar bugar, Tottenham akan jadi salah satu tim yang akan meramaikan persaingan di papan atas Premier League. (arief hadi/kuh/bolaskor)

# Tottenham Hotspur #Antonio Conte
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Olahraga
Kontrak di Liverpool Segera Berakhir, Andy Robertson Pertimbangkan Hijrah ke Tottenham
Andy Robertson dikabarkan sedang mempertimbangkan pindah ke Tottenham. Liverpool kemungkinan akan kehilangan bek kirinya itu.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
Kontrak di Liverpool Segera Berakhir, Andy Robertson Pertimbangkan Hijrah ke Tottenham
Olahraga
Ruben Loftus-Cheek Siap Tinggalkan AC Milan, Bidik Gelandang Manchester United dan Tottenham
Ruben Loftus-Cheek siap tinggalkan AC Milan. Kini, AC Milan mengincar gelandang Manchester United dan Tottenham.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
Ruben Loftus-Cheek Siap Tinggalkan AC Milan, Bidik Gelandang Manchester United dan Tottenham
Olahraga
Link Live Streaming Tottenham vs Borussia Dortmund, 21 Januari 2026
Link live streaming Tottenham vs Borussia Dortmund akan tersaji di sini. Tottenham sedang mengalami tren negatif, sementara Borussia Dortmund berbeda.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Link Live Streaming Tottenham vs Borussia Dortmund, 21 Januari 2026
Olahraga
Preview Brentford vs Tottenham Hotspur: Statistik, Kabar Tim, dan Prediksi Skor
Preview Brentford vs Tottenham Hotspur di Premier League. Analisis performa, kabar tim, rekor pertemuan, susunan pemain, dan prediksi skor.
ImanK - Kamis, 01 Januari 2026
Preview Brentford vs Tottenham Hotspur: Statistik, Kabar Tim, dan Prediksi Skor
Olahraga
Inter Milan Ternyata Hampir Rekrut Xavi Simons, Tottenham Dianggap Lebih Menggoda
Inter Milan ternyata hampir mendatangkan Xavi Simons. Namun, pemain Belanda itu lebih memilih Tottenham.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Inter Milan Ternyata Hampir Rekrut Xavi Simons, Tottenham Dianggap Lebih Menggoda
Olahraga
Preview Crystal Palace vs Tottenham: Ajang Adu Nasib Dua Tim London
Preview Crystal Palace vs Tottenham Hotspur di Liga Inggris. Kedua tim sama-sama tertekan, kabar tim terkini, susunan pemain, dan prediksi skor laga di Selhurst Park
ImanK - Minggu, 28 Desember 2025
Preview Crystal Palace vs Tottenham: Ajang Adu Nasib Dua Tim London
Olahraga
Antonio Conte Masih Ragu Napoli Akan Dominasi Sepak Bola Italia Setelah Kawinkan Scudetto dengan Piala Super Italia
Pelatih Napoli, Antonio Conte ragu untuk mengatakan bahwa tim asuhan akan mendominasi sepak bola Italia.
Frengky Aruan - Selasa, 23 Desember 2025
Antonio Conte Masih Ragu Napoli Akan Dominasi Sepak Bola Italia Setelah Kawinkan Scudetto dengan Piala Super Italia
Olahraga
Napoli Sukses Kawinkan Gelar, Conte Tetap Rendah Hati Ogah Disebut Raja Serie A
Napoli masih dalam tahap transisi setelah melakukan perombakan besar pada musim panas lalu dengan mendatangkan banyak pemain baru
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Desember 2025
Napoli Sukses Kawinkan Gelar, Conte Tetap Rendah Hati Ogah Disebut Raja Serie A
Olahraga
Pelatih Tottenham Kesal, Sebut Wasit Keliru soal Gol Kedua Liverpool
Thomas Frank menyebut bahwa Ekitike seharusnya dianggap melakukan pelanggaran.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Desember 2025
Pelatih Tottenham Kesal, Sebut Wasit Keliru soal Gol Kedua Liverpool
Olahraga
Analisis Cedera Alexander Isak: Alarm Bahaya di Lini Depan Liverpool
Cedera Alexander Isak usai cetak gol ke gawang Tottenham memicu kekhawatiran serius. Analisis awal mengarah pada potensi ACL. Seberapa parah bagi Liverpool?
ImanK - Minggu, 21 Desember 2025
Analisis Cedera Alexander Isak: Alarm Bahaya di Lini Depan Liverpool
Bagikan