BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BURSA Efek Indonesia (BEI) akan memanfaatkan periode konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membuktikan efektivitas reformasi pasar modal Indonesia. Upaya ini dilakukan setelah adanya usul MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menegaskan usul tersebut belum menjadi keputusan final. Menurut dia, BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.


“Klasifikasi MSCI standalone market bukan klasifikasi terendah. Itu klasifikasi khusus kalau memang market itu perlu mendapatkan perhatian khusus,” ujar Iding kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10).

Iding menjelaskan MSCI memiliki tiga klasifikasi utama pasar, yakni developed market, emerging market, dan frontier market. Sementara itu, standalone market merupakan kategori terpisah yang tidak berada dalam urutan di bawah ketiga klasifikasi tersebut.

Baca juga:

Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI


Meski demikian, BEI menganggap usul MSCI sebagai hal serius yang perlu ditindaklanjuti.
Fokus perbaikan akan diarahkan pada transparansi, integritas, kemudahan investasi, serta kualitas tata kelola pasar modal. Salah satu langkah yang akan diperkuat yakni penyediaan bukti mengenai efektivitas reformasi terhadap perilaku pasar.

BEI juga berupaya meningkatkan akses investor terhadap informasi yang transparan dan memadai.

Menurut Iding, langkah tersebut penting untuk menjawab pertanyaan investor global mengenai implementasi dan penegakan reformasi. Ia menyebut MSCI dan investor global telah menghargai inisiatif reformasi yang dilakukan self-regulatory organization (SRO), tetapi masih mempertanyakan efektivitas pelaksanaannya.

Sebelumnya, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengelola Investasi Danantara, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia bertemu dengan MSCI serta sejumlah investor global di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10).

Dalam pertemuan itu, pembahasan mencakup kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi BUMN. MSCI juga menanyakan efektivitas serta penegakan reformasi pasar modal, tetapi tidak menyampaikan sinyal yang dipahami BEI sebagai indikasi bahwa Indonesia akan masuk kategori standalone market.

Iding mengatakan, dari sisi fundamental, pasar modal Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan, baik dari nilai transaksi maupun jumlah investor. Kondisi fundamental perusahaan tercatat juga akan menjadi bagian dari penjelasan BEI kepada penyedia indeks global tersebut.

MSCI membuka konsultasi pada Jumat (16/10), dengan periode masukan dari pelaku pasar hingga 30 April 2027. Keputusan mengenai usulan perubahan klasifikasi dijadwalkan diumumkan pada atau sebelum 30 Juni 2027.

Periode tersebut menjadi kesempatan bagi BEI untuk memperkuat komunikasi dengan MSCI dan investor internasional, sekaligus menunjukkan bahwa reformasi pasar modal Indonesia berjalan konsisten dan menghasilkan dampak yang dapat diukur.(knu)

Baca juga:

3 Badai Ekonomi Hari Ini: Rupiah Tembus Rp 18 Ribu, IHSG Anjlok 8%, Panic Selling Picu Trading Halt BEI!





#Bursa Efek Indonesia (BEI) #IHSG #Harga Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Keputusan final dari hasil tinjauan ini dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Indonesia
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Geger wacana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone oleh MSCI. Simak respons cepat BEI dan alasan di balik teguran ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini 15 Oktober 2026? Cari tahu penyebab IHSG turun tajam dan cek analisis saham perbankan (BBCA, BBRI) yang jadi incaran asing!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing
Indonesia
Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?
Penasaran dengan arti Standalone Market dan alasan mengejutkan mengapa MSCI menyoroti pasar modal Indonesia? Cek dampak turun kasta dari Emerging Market di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?
Indonesia
3 Badai Ekonomi Hari Ini: Rupiah Tembus Rp 18 Ribu, IHSG Anjlok 8%, Panic Selling Picu Trading Halt BEI!
Pasar keuangan Indonesia geger! Rupiah tembus Rp 18.021/USD dan IHSG anjlok 8% memicu trading halt BEI usai MSCI rilis rencana reklasifikasi pasar!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
3 Badai Ekonomi Hari Ini: Rupiah Tembus Rp 18 Ribu, IHSG Anjlok 8%, Panic Selling Picu Trading Halt BEI!
Indonesia
Panic Selling 45 Saham Unggulan Anjlok Picu BEI Tarik Rem Darurat Trading Halt
IHSG ambruk 8,01% ke level 5.393 dan mengalami trading halt usai MSCI kaji ulang status Indonesia dari Emerging Market. Simak dampak dan analisis lengkapnya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Panic Selling 45 Saham Unggulan Anjlok Picu BEI Tarik Rem Darurat Trading Halt
Indonesia
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 8 Persen! BEI Terpaksa Tarik Rem Darurat 'Trading Halt'
IHSG anjlok drastis lebih dari 8 persen di awal sesi. Cek fakta di balik keputusan BEI memberlakukan trading halt dan jadwal pembukaan kembali bursa saham.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 8 Persen! BEI Terpaksa Tarik Rem Darurat 'Trading Halt'
Indonesia
MSCI Ancam Turunkan Kasta Pasar Modal Indonesia ke Standalone Market
Ketahui alasan MSCI berencana menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Ancaman besar bagi nasib saham domestik!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
MSCI Ancam Turunkan Kasta Pasar Modal Indonesia ke Standalone Market
Bagikan