Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Begini Sejarah Nama Piala Academy Awards Jadi Oscar

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 04 Maret 2018
Begini Sejarah Nama Piala Academy Awards Jadi Oscar

Ilustrasi. (oscar.org)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUBLIK mengenal nama penghargaan ini dengan nama Oscar, tapi tak banyak yang tahu nama resmi piala ituialah Academy Award of Merit.

Lalu dari mana datangnya nama Oscar?

Nama Oscar sebenarnya ialah julukan yang diberikan selama beberapa dekade. Tak jelas kapan julukan itu mulai muncul. Meskipun demikian, banyak versi tentang awal munculnya nama Oscar.

Salah satu versi cerita asal-usul yang paling banyak dikaitkan dengan nama Oscar ialah cerita versi Margaret Herrick.

Herrick, diceritakan, bekerja sebagai penjaga perpustakaan di lembaga Academy. Saat pertama kali melihat patung piala Academy, ia langsung berkomentar bahwa patung itu amat mirip dengan pamannya, Oscar.

Terlepas dari bagaimana nama Oscar didapat, tapi julukan itu makin sering digunakan sejak 1930-an. Julukan itu baru resmi digunakan di awal 1939.

Piala Oscar
Piala Oscar punya nama asli Academy Award of Merit. (foto: magiclanterncinema.com)

Piala Oscar berukuran tinggi 34,5 cm dengan berat 3,8 kg. Wujud yang dilihat Herrick sebagai Paman Oscar sebenarnya ialah seorang ksatria memegang pedang.

Ksatria itu berdiri di atas gulung film yang punya 5 jeruji. Kelima jeruji itu melambangkan lima cabang asli dalam Academy, yaitu aktor, produser, teknisi, dan penulis. Pada 1949, pihak Academy mulai memberi nomor pada setiap piala Oscar. Nomor pertama yang digunakan ialah 501.

Meskipun piala Oscar biasanya terbuat dari bahan metal, piala yang dibagikan selama Perang Dunia II justru dibuat dari bahan plester. Hal itu sebagai upaya mendukunh kebutuhan perang. Namun, selepas perang, para pemenang bisa menukar piala plester itu dengan piala berbahan metal. (dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan