Begini Cara Memilih Telur yang Baik

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 26 September 2017
Begini Cara Memilih Telur yang Baik

Ilustrasi. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TELUR sebagai bahan makanan dikenal memiliki berbagai fungsi. Bisa digunakan sebagai perekat, bahan utama penting yang mempengaruhi kualitas kue, sampai aneka olahan masakan.

Telur yang paling sering dikonsumsi di Indonesia tentunya adalah telur ayam. Kabar baiknya, seperti dikutip dari Dailymail, semakin baiknya metode perawatan dan pengembangbiakan ayam petelur saat ini, membuat kualitas gizi telur ayam makin baik. Jika dibandingkan dengan 30 tahun lalu, telur ayam saat ini 20% lebih rendah lemak, 13% lebih rendah kalori dan 10% lebih rendah kolesterol. Selain itu, saat ini telur juga semakin tinggi kandungan triptofan dan tirosin, keduanya merupakan asam amino penting dalam kuning telur, yang berperan dalam mempertahankan tekanan darah.

Mengingat fungsi dan manfaatnya tersebut, kualitas telur menjadi penting untuk kita perhatikan. Begini cara memilih telur yang baik.

1. Di pasar atau supermarket

Pada saat memilih telur di pasar atau supermarket, sebaiknya perhatikan cangkangnya. Pastikan tak ada garis putih, penanda telur retak. Telur yang retak rawan tercemar bakteri atau kuman. Telur berukuran sedang dan warnanya lebih tua biasanya bercangkang lebih tebal, sehingga lebih tahan terhadap serangan bakteri atau kuman.

Setelah cek cangkang, goyangkan telur secara pelan. Jika ada suara air bergerak atau kuning telur terasa goyang, berarti telur sudah kurang segar. Akan semakin baik jika Anda memilih telur yang jelas informasi batas kedaluwarsanya.

2. Di rumah

Namun jika ingin tahu usia telur sejak ditetaskan, Anda bisa menguji dengan merendam telur dalam baskom berisi air yang cukup tinggi untuk merendam seluruh bagian telur. Kelompokkan telur-telur berdasarkan posisinya di air.

Telur mengapung dalam posisi tegak atau vertikal menandakan telur sudah berusia 10 hari atau lebih, konsumsilah terlebih dahulu. Telur yang posisinya miring atau mengambang, menandakan usia sekitar 4-9 hari. Sementara itu, telur paling segar memiliki posisi tidur atau horizontal, itu bisa dikonsumsi paling akhir.

3. Memilih telur berkualitas bagus sebelum memasak

Jika memasak atau membuat kue menggunakan lebih dari 1 telur, jangan langsung campurkan telur dengan bahan masakan lain. Pakailah mangkuk terpisah untuk memecahkan telur. Campurkan hanya telur yang berkualitas baik ke bahan masakan atau kue. Pisahkan telur dengan kualitas kurang baik atau jika perlu bisa dibuang.

Pada telur segar, bulatan kuningnya cenderung lebih kecil padat, dikelilingi putih telur yang berbentuk seperti gel. Putih telur yang segar juga cenderung padat. Semakin melebar dan encer putih telur, artinya telur semakin tidak segar. Telur yang akan busuk biasanya juga mulai tercium aroma tidak sedap, dengan kuning telur yang semakin melebar dan warnanya mulai berubah.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan