Bawaslu DKI Diminta Sebut Nama Caleg PDIP Penyebar Tabloid Pembawa Pesan

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 30 Januari 2019
Bawaslu DKI Diminta Sebut Nama Caleg PDIP Penyebar Tabloid Pembawa Pesan

Tabloid Pembawa Pesan. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta untuk menyebut siapa nama caleg PDIP di balik penyebaran tabloid Pembawa Pesan di Jakarta Selatan.

Sebab, pernyataan Ketua Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri yang tak menyebut nama secara spesifik dianggapnya dapat memicu perseteruan antar caleg di partainya.

Gembong Warsono. (Foto: Facebook/Gembong Warsono)

"Bawaslu jangan bicara seperti itu, tunjukkan saja siapa orangnya. Kan kalau begini saling curiga. Jadi bawaslu jangan membuat orang ribut di antara caleg. Tunjuk hidung siapa, kan gitu," ujar Gembong saat dihubungi wartawan, Rabu (30/1).

Ia juga mengaku heran, sebab tabloid itu justru berisi soal hal positif dari paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Sehingga baginya, tak ada masalah jika koran itu kemudian dibuat dan disebarkan kepada masyarakat.

"Salahnya apa, kalau itu menyangkut masalah program yang sudah dikerjakan oleh presiden selama masa jabatannya? Kan engga ada yang salah," jelasnya.

"Kalau bagi Bawaslu dianggap pelanggaran, sampaikan. Jangan disampaikan caleg dari PDI Perjuangan. Tunjuk hidung siapa," tutupnya.

Bawaslu DKI Jakarta menemukan peredaran tabloid misterius serupa 'Indonesia Barokah' bernama 'Pembawa Pesan' di Jakarta Selatan, Minggu (27/1). (Dok. Istimewa)
Bawaslu DKI Jakarta menemukan peredaran tabloid misterius serupa 'Indonesia Barokah' bernama 'Pembawa Pesan' di Jakarta Selatan, Minggu (27/1). (Dok. Istimewa)

Sebelumnya, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri menyatakan ada caleg PDI Perjuangan dibalik beredarnya tabloid 'Pembawa Pesan' di Jakarta Selatan. Penyebaran tabloit itu dilakukan dengan menggunakan kurir ojek daring.

"Tabloid itu adalah tabloid dari salah satu caleg. Katanya informasinya PDIP. Kemudian penyebaranya melakui kurir dengan membawa ke rumah-rumah majalah itu," kata Jufri di Jakarta, Rabu (30/1). (Asp)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Bagikan