Merahputih.com - Polisi Keuangan Italia atau Guardia di Finanza (GdF) mengguncang jagat sepak bola Serie A setelah meluncurkan investigasi besar-besaran terkait dugaan korupsi penjualan Stadion San Siro. Penyelidik mengendus adanya praktik kolusi dan manipulasi penawaran yang melibatkan petinggi dua klub raksasa, AC Milan dan Inter Milan.
Fokus utama penyelidikan ini tertuju pada proses divestasi Stadion Giuseppe Meazza yang dinilai merugikan keuangan negara.
Baca juga:
Peluang Masih Terbuka, AC Milan Mau Bawa Pergi Robert Lewandowski dari Barcelona
Penyidik Kepolisian Keuangan Italia mendatangi markas kedua klub untuk menyita dokumen-dokumen krusial terkait rencana pembangunan stadion baru. Nama CEO Inter Milan, Alessandro Antonello, mencuat dalam pusaran investigasi ini.
Otoritas berwenang memeriksa keterkaitan antara entitas Sport Life City milik AC Milan dengan skema penawaran yang diduga telah diatur sebelumnya untuk memenangkan pihak tertentu.
Manipulasi Penawaran dan Peran Petinggi Klub
Skandal ini bermula dari kecurigaan publik terhadap rendahnya nilai taksiran penjualan lahan stadion legendaris tersebut. Jaksa penuntut di Milan mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk menekan harga pasar demi keuntungan pribadi atau kelompok.
"Kami mengumpulkan bukti-bukti digital dan fisik untuk membedah bagaimana alur komunikasi antarklub dalam menentukan harga penawaran stadion," ujar perwakilan Polisi Keuangan Italia dalam laporan resminya.
Pihak otoritas juga mendalami aliran dana yang masuk ke perusahaan cangkang yang terafiliasi dengan proyek infrastruktur olahraga di Milan. Investigasi ini berpotensi menghambat rencana ambisius kedua klub untuk memiliki stadion mandiri yang modern dalam waktu dekat.
Baca juga:
Alessandro Bastoni Jadi Target Barcelona, Inter Milan Siap Tukar dengan Pemain Lain
Dampak Terhadap Masa Depan Stadion Giuseppe Meazza
Dugaan korupsi penjualan San Siro ini memicu kemarahan publik dan suporter di Italia. Jika terbukti terjadi pelanggaran hukum berat, pemerintah kota Milan dapat membatalkan seluruh proses tender yang sedang berjalan.
Kasus ini menambah daftar panjang masalah tata kelola administrasi di kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut.
Baik pihak AC Milan maupun Inter Milan belum memberikan pernyataan resmi terkait status hukum para petingginya dalam penyelidikan ini.