PERUSAHAAN rintisan Nano Diamond Battery (NDB) dari Amerika Serikat mengumumkan hasil ciptaan mereka, yaitu baterai alfa, beta, dan volta neotron. Baterai dengan bahan utama berlian berkekuatan tinggi itu dikabarkan dapat bertahan hingga 245.280.000 jam atau 28.000 tahun.
Seperti dilansir Unilad, untuk menciptakan sumber daya yang dapat mengubah teknologi, NDB mencoba menggabungkan isotop radioaktif dari limbah nuklir dengan lapisan berlian nano perpanel. Meski baterai dibuat dari limbah nuklir, perusahaan menjamin bahwa baterai mereka aman bagi manusia. NDB sudah mulai mengerjakan baterai ini sejak 2012. Mereka berharap teknologi ini dapat berfungsi pada 2023.
BACA JUGA:
NDB menjelaskan tumbukan DNV (volta nuklir berlian) dilapisi dengan berlian poli-kristal, yang dikenal sebagai bahan dengan konduktivitas termal (penghantar panas) paling baik. Selain itu, bahan ini juga mampu menahan radiasi di dalam perangkat dan merupakan bahan yang paling keras, bahkan 12 kali lebih kuat daripada baja tahan karat.
Penemuan ini membuat produk baterai dari perusahaan ini sangat tangguh dan tahan rusak. Berlian dikenal sebagai bahan yang sangat baik dan bagus untuk menghantar panas. Berlian berukuran mikro dapat menjauhkan panas dari bahan isotop radioaktif sehingga menghasilkan listrik. Ide baterai ini mirip dengan konsep baterai DNV pertama yang ditujukkan para ilmuwan, menggunakan limbah grafit dari reaktor nuklir berpendingin grafit.
Limbah grafit yang terkontaminasi radioaktif dan berlian pengahantar panas dapat bertahan ribuan tahun. Sementara itu, yang membedakan dengan konsep baterai dari NDB ialah penggunaan lapisan berlian dan panel limbah radioaktif dalam menciptakan jumlah total energi yang lebih tinggi.
Meski masa bateri terbilang mengesankan, hal tersebut menjadi nilai tambah produk baterai dari NDB. Setiap sel baterai hanya akan menghasilkan energi yang sangat sedikit. Hal itu berarti jumlah sel baterai yang digabungkan secara banyak akan memberikan daya pada perangkat yang lebih besar.(rzk)