Batal Hadiri KTT G7, Istana Tepis Anggapan Prabowo ‘Mendekat’ ke Blok Timur dan Jauhi Barat
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) menyalami Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong sesaat setelah tiba di Pangkalan Udara Paya Lebar Air Base, Singapura, Minggu (15/6/2025). (ANTARA/HO-Tim Media Pr
Merahputih.com - Istana Negara angkat suara perihal Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri KTT G7 di Kanada. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi menepis anggapan ketidakhadiran Prabowo di Kanada karena Indonesia memilih untuk mendekati blok Timur yang diisi Rusia daripada negara barat.
Menurutnya spekulasi seperti ini tidak benar, karena Indonesia menganut prinsip tidak condong pada blok manapun.
Indonesia, katanya, akan bergabung dengan berbagai forum dan aliansi di dunia berdasarkan kepentingan nasional, bukan berdasarkan hubungan baik atau hubungan buruk dengan beberapa negara saja.
"Kita kan tidak condong ke blok manapun. Kita tidak melihat dunia hitam putih. Jadi spekulasi-spekulasi semacam tadi, kayak cenderung ke blok ini, itu tidak ada," kata Hasan kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/6).
Sebagai contoh, Indonesia saat ini sudah bergabung dengan BRICS yang digawangi Rusia dan China. Namun, Indonesia juga terus mengupayakan untuk menjadi anggota OECD yang notabenenya berisi negara-negara barat.
Baca juga:
Pemimpin Keuangan G7 Soroti Tarif Trump Bikin Naiknya Ketidakpastian Ekonomi Global
"Jadi kalau kita bergabung dengan BRICS misalnya, bukan berarti kita lebih condong ke salah satu blok,” tutur Hasan.
Sementara itu, Hasan berkelit, beberapa agenda waktunya bentrok. Mau tidak mau, Prabowo tak bisa menghadiri semua acara bersamaan.
Absennya Prabowo di G7 karena sebelum undangan ke G7 diberikan, Indonesia sudah menetapkan akan hadir di Singapura dan Rusia terlebih dahulu.
Undangan dari pemerintah Rusia untuk menghadiri St. Petersburg International Economic Forum sudah dari beberapa bulan yang lalu dan sudah dipersiapkan lama. Hal sama juga berlaku undangan dari Singapura.
“Presiden juga akan berpidato di sana. Waktunya bentrok," papar Hasan Nasbi.
Pemerintah, kata Hasan Nasbi, mendahulukan komitmen-komitmen pertemuan yang lebih awal sudah dibuat. Dalam hal ini undangan pertemuan antara Singapura dan Rusia lebih dulu ditetapkan daripada undangan Kanada.
"Ini kan jadwal tahunan dan juga sudah dipersiapkan lama," beber Hasan.
Sebelumnya, Prabowo absen dari gelaran KTT G7 yang dilakukan pada 16-17 Juni 2025 itu karena dirinya sedang melakukan lawatan ke negara lain. Hari ini dia memulai lawatan ke Singapura dan dilanjut langsung ke Rusia hingga akhir pekan ini. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Prabowo Pulang ke Indonesia, Bawa Komitmen Investasi dan Peran Perdamaian Dunia
Banjir Berulang di Jakarta, Prabowo Minta Penanganan Terintegrasi Hulu-Hilir
Prabowo dan Raja Charles Bahas Konservasi, Inggris Siap Bantu Pelestarian Ekosistem Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Penertiban Kawasan Hutan Jadi Prioritas, Prabowo Gelar Ratas di Sela Lawatan ke London
Prabowo Tiba di London, Dijadwalkan Bertemu PM Keir Starmer dan Raja Charles III
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
Presiden Prabowo Akan Bertemu PM Inggris, Juga Raja Charles III Bahas Pelestarian Alam dan Lingkungan Sebelum ke Swiss
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Sejumlah Menteri ketika Retret di Hambalang
UKT Mahal Jadi Sorotan, DPR Apresiasi Pertemuan Prabowo dengan Para Guru Besar