MerahPutih.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan untuk memperluas area pencarian korban dan puing pesawat Lion Air penerbangan JT-610 dari titik awal penemuan di perairan Laut Jawa, Tanjung Karawang, Jawa Barat.
"Hari ini pencarian diperluas mencapai radius 10 nautical mile (setara 18,5 kilometer). Tentu ini disesuaikan dengan teknik perhitungan standar aplikasi yang rekomendasi," kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar, saat jumpa pers di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/10).
Menurut Didi, perluasan area pencarian sudah disesuaikan dengan standar internasional. Lebih lanjut, kata dia, semua informasi juga ditampung Basarnas, termasuk dari nelayan di sekitar perairan Karawang.
"Sesuai dengan hasil koordinasi juga telah didirikan satu posko di tanjung karawang, untuk dapat feedback dari masyarakat untuk efektifkan pencarian," tuturnya.
Saat ini, Didi mengungkapkan, kurang lebih ada 35 unsur laut yang terdiri dari kapal SAR, KRI, dan KNP dalam membantu proses penyisiran di bawah laut guna menemukan korban dan puing pesawat JT-610 yang membawa 188 orang itu.
"Hari ini dalam perhitungan SAR ada 13 prioritas area. Itu pencarian dengan sistem sonar untuk mendetek di bawah air. Penyisiran dengan pembagian kapal dan penyelaman oleh tim penyelaman dari Basarnas special group, marinir, dan pencarian dengan unsur udara kita sudah kerahkan," tutupnya. (Asp)