POLDA DIY turun tangan membantu Polda Metro Jaya mengidentifikasi korban Lion Air JT 610.
Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda DIY mendatangi kediaman orangtua salah seorang korban, Herjuno Darpito di Padukuhan Nogosari I, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunung Kidul. Nama Herjuno masuk dalam daftar manifestasi 189 penumpang Lion Air JT610.
Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan DVI Polda DIY, Dr Titik Rahma mengatakan tim DVI Polda DIY datang untuk mengambil sampel DNA ayah Herjuno, Marwandi.
"Kami ambil sampel darah dari orangtua korban, untuk diperiksa DNA-nya,"ujar Titik di Playen Gunung Kidul DIY, Selasa (30/10).
Sampel DNA tersebut sangat penting untuk pengidentifikasian dari para korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 tersebut. Sampel DNA Marwandi akan dicocokkan dengan DNA para korban.
Selain mengambil sampel darah, Tim DVI Polda DIY juga melakukan pengambilan sampel rahang kedua orangtua Herjuno. Data rahang tersebut mereka ambil dengan mengusapkan sebuah alat ke rahang kedua orangtua korban.
"Kami juga ambil beberapa dokumen lain yang diperlukan. Data-data itu akan langsung kami kirim ke Jakarta,"beber dia.
Partisipasi POLDA DIY dilakukan sebagai bentuk dukungan moril terhadap tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Orangtua Herjuno, Marwandi sudah iklas dengan musibah yang menimpa anaknya. Walau harapan hidup anaknya kecil, ia tetap berharap agar anaknya bisa selamat dari kecelakaan maut tersebut.
"Mudah-mudahan selamat. Tapi kalau meninggal saya minta nanti jenazahnya dikirim ke Gunungkidul,"tuturnya.
Sejak kabar jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 ramai di media masa, rumah orangtua Herjuno ramai dikunjungi kerabat, tetangga dan saudara. Mereka datang hendak menanyakan kondisi dan keadaan Herjuno. Ibu Herjuno tak berhenti menangis mendengar anaknya menjadi salah seorang korban Lion Air.
Nunung, salah seorang tetangga mengatakan kemarin ibu Herjuno syok dan menangis histeris begitu mendengar musibah tersebut. Sang ibu terus memanggil nama anaknya sambil terus mengucap istighfar.
Gunungkidul adalah tanah kelahiran Herjuno. Pria kelahiran 17 September 1971 ini bekerja di PT Pelindo sebagai DGM Operasi dan Teknik cabang Pelabuhan Tanjung Balam Kepulauan Bangka Belitung. Herjuno kini tinggal di Jalan Bougenvile II C5 Nomor 2, Perumahan Harapan Indah Tangerang bersama keluarganya. Namun kedua orangtua Herjuno masih tinggal di jalan Yogya-Wonosari, Palyen Gunungkidul.
Sebelum pesawat hilang. Herjuno sempat menuliskan kata-kata bijak di status whatsapnya. "Kamu bisa tenang naik pesawat tanpa mengenal pilotnya. Lalu kenapa masih selalu resah menjalani hidup padahal tahu Tuhan yang mengatur segalanya?".
Pesawat Lion Air JT-610 jurusan Jakarta- Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat Senin 29/10. Pesawat berangkat pukul 06.20 WIB. Namun sepuluh menit kemudian pesawat hilang kontak. (*)
Tulisan Teresa Ika kontributor merahputih.com untuk wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya.