Bangkitkan Kewaspadaan terhadap Pelecehan Seksual, Sejumlah Artis Bersuara lewat #MeToo

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 17 Oktober 2017
Bangkitkan Kewaspadaan terhadap Pelecehan Seksual, Sejumlah Artis Bersuara lewat #MeToo

ilustrasi. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KASUS dugaan pelecehan seksual yang melibatkan nama besar di dunia film, Harvey Weinstein, membuka ruang untuk berbicara bagi mereka yang pernah mengalami insiden serupa ataupun ingin menunjukkan simpati.

Aktris Alyssa Milano salah satunya. Atas saran seorang teman, Milano memulai sebuah cicitan bertanda pagar #MeToo.

"Jika semua perempuan yang mengalami pelecehan seksual menulis 'me too' dalam unggahan, kita mungkin bisa melihat seberapa besarnya masalah pelecehan seksual ini," ujar Milano dalam unggahannya.

Dalam tulisan blog terpisah, Milano menyebut kasus Weinstein membuka peluang dialog mengenai pelecehan seksual yang masih tejadi, penempatan perempuan hanya sebagai objek, hingga perendahan martabat perempuan. Meskipun demikian, ia tetap merasa marah dan jijik dengan ulah Weinsteins.

Sejak diunggah, tulisan itu mencuri perhatian warganet di AS. Bahkan, pada Minggu (15/10) malam, unggahan itu menjadi trending topic, membanjiri linimasa dengan cerita dan pengakuan menyentuh korban kekerasan seksual.

Sejumlah warganet membalas unggahan itu. Ada juga yang ikut menulis dengan memberi tanda pagar 'me too'. Banyaknya respons atas unggahan itu memang menunjukkan dengan gamblang seberapa massif masalah tersebut.

Yang juga ikut berpartisipasi dalam lini masa untuk #MeToo, yaitu para musisi ternama. Mereka ialah Christina Perri, Lady Gaga, bahkan Sheryl Crow yang mengungkapkan pelecehan seksual yang dialaminya menginspirasinya untuk menulis sebuah lagu.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan