Bangga, Prestasi Anak Bangsa Kibarkan Nama Indonesia di Kancah Dunia

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 17 Juli 2018
Bangga, Prestasi Anak Bangsa Kibarkan Nama Indonesia di Kancah Dunia

Lalu Muhammad Zohri mencuri perhatian dunia di ajang Kejuaraan Atletik Dunia U-20. (foto: zimbio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM sepekan, nama Indonesia berkibar di kancah internasional. Sejumlah prestasi mengagumkan diukir anak bangsa di berbagai bidang. Mulai dari olahrga hingga seni dan budaya. Berikut sejumlah prestasi yang diraih Indonesia dalam sepekan ini.


1. Medali Emas di Ajang Kejuaraan Atletik Dunia U-20

Tak diunggulkan, tapo Zohri malah jadi yang tercepat. (foto: IAAF)

Nama Lalu Muhammad Zohri langsung melejit mencuri perhatian setelah pelari berusia 18 tahun meraih medali emas di Kejuaraan Atletik Dunia U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7).

Kemenangan pelari asal Nusa Tenggara Barat itu terbilang mengejutkan. Bahkan, publik internasional pun amat terkejut atas prestasi yang diraih Zohri. Pasalnya, Indonesia tidak memiliki sejarah tradisi juara di nomer atletik yang sangat bergengsi tersebut. Meskipun demikian, Zohri berhasil menjadi yang tercepat. Dengan catatan waktu 10,18 detik, Zohri mengalahkan dua pelari unggulan Amerika Serikat, Anthony Schwart dan Eric Harrison.

2. Kemenangan di World Choir Game Tshwane 2018

Penampilan mengagumkan PSM Unhas. (foto: interkultur)

Paduan Suara Universitas Hasanuddin Makassar memenangi kejuaraan paduan suara World Choir Game Tshwane 2018 yang diselenggarakan di Pretoria, Afrika Selatan, Sabtu (7/7).

PSM Universitas Hasanudin Makassar meraih medali emas untuk kategori C27 Scenic Folklore dengan nilai 80,50. Raihan nilai itu beda tiga poin dari salah satu kelompok paduan suara terbaik di Afrika Selatan.

Kelompok paduan suara yang menghadirkan putra-putri terbaik Indonesia itu memesona para juri dengan olah vokal yang luar biasa. Yang tak kalah mencuri perhatian yakni pakaian tradisional dan berbagai pernik eksotis yang menggambarkan suasana pengantin adat Bugis dan upacara Magrara Tongkonan di Toraja.

3. Berjaya di Ajang Olimpiade Matematika Internasional

Tak cuma satu, tapi enam medali sekaligus. Itulah prestasi membanggakan yang diraih tim Indonesia yang berlaga di ajang International Mathematical Olympiad (IMO) ke-59 di Cluj-Napoca, Rumania.

Dalam ajang bergengsi tersebut, tim Indonesia 1 medali emas dan 5 perak. Hebatnya lagi, Indonesia masuk jajaran 10 terbaik dari 106 negara yang ikut berpartisipasi. Hasil tersebut bahkan mengalahkan negara-negara yang selama ini dianggap unggul dalam matematika, di antaranya Australia (peringkat 11), Inggris (peringkat 12), dan Jepang (peringkat 13).

Medali emas untuk Indonesia diraih Gian Cordana Sanjaya, siswa SMAK Petra 1 Surabaya. Sementara itu, 5 medali perak diraih Alfian Edgar Tjandra (SMA Kharisma Bangsa), Kinantan Arya Bagaspati (SMA Taruna Nusantara), Farras Mohammad Hibban Faddila (SMAK Kharisma Bangsa), Valentino Dante (SMAK 2 Petra Surabaya), dan Otto Alexander Sutianto (SMAK Penabur Gading Serpong).

4. Berjaya di Ajang 7th World Junior Wushu Championship

Dari ajang kejuaraan dunia junior wushu, nama Indonesia diharumkan Jevon Lionel Koeswoyo dan Lawrence Dean Kurnia. Jevon yang berusia 14 tahun itu meraih medali emas untuk nomor Taijiquan B. Sementara itu, Dean meraih medali emas di nomor Dao Shu C.

Pada kejuaraan yang berlangsung di Brasilia, Brasil, 9-15 Juli tersebut, PB Wushu Indonesia mengirimkan 20 atlet wushu junior yang terdiri dari 12 atlet taolu (jurus) dan 8 atlet sanda (tanding). Secara total, tim wushu Indonesia meraih 2 medali emas, 10 perak, dan 7 perunggu.

5. Kemenangan Besar di Ajang 30th Japan International Ensemble Guitar Festival (JIEGF)

Gitaris muda Indonesia berjaya di Japan International Ensemble Guitar Festival ke-30. (foto: twitter @JFJakarta)

Dalam ajang tahunan yang digelar Japan Guitar Ensemble Association, ensemble gitar klasik Indonesia asal Yogyakarta memborong gelar. Duo Rocky menjadi juara peatama sekaligus meraih gelar Best Duo ajang Japan International Ensemble Guitar Festival ke-30. Sementara itu, Nocturnal Quartet meraih juara tiga dan memenangi Harumi Award yang merupakan penghargaan untuk Best Performance of a Modern Guitar Piece. Prestasi lainnya diraih Nabita Guitar Duo yang merebut Best Student Award.

JIEGF menjadi tolak ukur bagi perkembangan musik gitar klasik khususnya Asia. Sebagai ajang yang sangat bergengsi, khususnya bagi ensemble gitar klasik di tingkat Asia, JIEGF menjadi barometer para musisi klasik di tingkat Asia sekaligus merupakan kesempatan yang baik untuk memperkenalkan musisi dan gitaris Indonesia terbaik khususnya gitar klasik.

Di ajang bergengsi tersebut, Indonesia diwakili empat ensemble gitar, yaitu Nocturnal Guitar Quartet, Duo Rocky, Duo Nabita, dan Duo Anantara. Itu merupakan kali pertama Indonesia ikut serta. Keempat kelompok ensemble itu tergabung dalam komunitas Indonesia Classical Guitar Collective. Mereka ialah para gitaris muda berprestasi dan sudah menunjukkan kebolehan mereka di berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun regional.

6. Empat Nominasi untuk Film Fesyen 'Uis Nipes'

Film fesyen Uis Nipes karya Karina Soerbakti menuai empat nominasi di ajang La Jolla International Fashion Film Festival 2018. (foto: Youtube)

Nama Karina Soerbakti mungkin lebih dikenal sebagai anak pimpinan Lorena Group yang menaungi beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi. Namun, selain menjadi Direktur Humas PT Eka Sari Lorena Transport Tbk Karina juga menaruh minat besar di dunia fesyen.

Minat itu ia tuangkan dalam sebuah film berjudul Uis Nipes. Film yang menampilkan kain tradisional Karo itu berhasil mendapat empat nominasi di ajang La Jolla International Fashion Film Festival 2018, yang akan digelar 19-21 Juli mendatang di San Diego, California, Amerika Serikat.

Dalam ajang yang disebut 'The Cannes of The Fashion Film' itu, Uis Nipes berada di empat kategori nominasi, yaitu best cinematography, best jewelry, best music untuk Sada Kata, Norma Br Tarigan, dan best accessories.

Peran Karina dalam pembuatan film itu sungguh besar. Ia menjadi produser eksekutif, pengarah gaya sekaligus talent untuk film tersebut.

7. Jawa Terpilih sebagai Pulau Terbaik Dunia

Tak hanya berkat prestasi anak bangsa, nama Indonesia juga berkibar berkat terpilihnya salah satu pulau besar Nusantara sebagai yang terbaik di dunia.

Majalah Travel and Leisure yang merupakan panduan wisata ternama dunia secara mengumumkan daftar terbaik dunia di 2018. Daftar itu di antaranya hotel, destinasi, kota, dan pulau terbaik di dunia untuk 2018. Dalam daftar 15 pulau terbaik dunia 2018, nama Pulau Jawa ada di posisi teratas.

Selain Pulau Jawa, daftar yang disusun berdasar jajak pendapat yang dilakukan pada pembaca majalah tersebut juga menempatkan Pulau Bali dan Lombok di urutan kedua dan ketiga. Selain itu, di daftar kota terbaik, nama Ubud duduk di posisi ketiga.

Sementara itu, buku panduan wisata Lonely Planet juga merilis 10 destinasi terbaik di Asia untuk 2018. Taman Nasional Komodo bercokol di posisi 10 daftar yang dibuat oleh para ahli perjalanan Lonely Planet.

Wah, bangga jadi bangsa Indonesia.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan