Balawan & Batuan Ethnic Fusion: Bentuk Keresahan Musisi Tradisional

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Kamis, 06 Agustus 2015
Balawan & Batuan Ethnic Fusion: Bentuk Keresahan Musisi Tradisional

Penampilan Balawan & Batuan Ethnic Fusion di Salihara, Rabu (5/8). (Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya - Berawal dari prolog Balawan di atas panggung teater Salihara pada Rabu malam kemarin (5/8). Lewat pertunjukannya, Balawan mengungkapkan sedikit keresahannya sebagai musisi tradisional Indonesia. Tentunya lewat dialognya bersama kawan di Batuan Ethnic Fusion.

"Musisi sekarang sering ikut-ikutan tren. Musisi tradisional kurang laku," seperti itu kira-kira yang dikatakan Balawan saat di atas panggung.

Balawan dan beberapa musisi bawaannya, Batuan Ethnic Fusion, memainkan peran sebagai mantan musisi yang akhirnya mencari nafkah di Bali. Mereka akhirnya bersatu kembali dan mulai memainkan musik tradisional.

Dengan memadukan musik fusion jazz dan tradisi Bali, Balawan dan Batuan Ethnic Fusion berhasil membuat cengang para penonton. Kemahirannya bermain gitar dua leher tak bisa dipungkiri lagi.

Penari di penampilan Balawan & Batuan Ethnic Fusion di Salihara, Rabu (5/8). (Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya)

Tak hanya itu, paduan suara gamelan Bali, gendang dan beberapa alat musik tradisional lainnya membuat musik instrumental Balawan begitu memukau. Ia menunjukkan bahwa musik tradisional bisa dinikmati tanpa adanya rasa kuno di hati penonton.

Balawan juga mencoba memadukan musik Eropa klasik di tengah-tengah pertunjukannya. Musik Bali dan internasional kembali menyatu. Balawan juga menyajikan penyanyi sinden dan penari.

Walau hanya musik instumental, gurauan Balawan bersama teman-temannya mampu membawa penonton terbawa dalam skenarionya yang penuh isi.

I Wayan Balawan dikenal dengan kemampuannya memainkan gitar dua leher. Tak hanya itu, ia juga mengembangkan teknik bermainnya dengan delapan jari bernama touch tapping style. Bersama Batuan Ethnic Fusion, Balawan mengusung eksplorasi tradisional Bali.

 

BACA JUGA:

Frankfurt Book Fair 2015, Ajang Literasi yang Berpolemik

Komik Indonesia, Asing di Negeri Sendiri

Jalan Sehat Bundaran HI Kenang Bung Karno

 

 

#Musik Tradisional #Musisi
Bagikan
Ditulis Oleh

Adinda Nurrizki

Berita Terkait

Indonesia
Dunia Musik Indonesia Berduka, Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia karena Sakit
Vokalis Element, Lucky Widja, meninggal dunia di usia 49 tahun. Ia meninggal pada Minggu (25/1) di Rumah Sakit Halim.
Soffi Amira - Senin, 26 Januari 2026
Dunia Musik Indonesia Berduka, Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia karena Sakit
ShowBiz
Serdadu Sam Rilis Album 'Kronik', Dokumentasi Batin yang Jujur dan Personal
Serdadu Sam merilis album penuh Kronik, sebuah narasi musikal tentang kegelisahan, kehilangan, dan perjuangan hidup yang jujur dan personal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Serdadu Sam Rilis Album 'Kronik', Dokumentasi Batin yang Jujur dan Personal
ShowBiz
Mitski Umumkan Album 'Nothing’s About to Happen to Me', Hadirkan Single 'Where’s My Phone?'
Mitski mengumumkan album kedelapan Nothing’s About to Happen to Me yang rilis Februari 2026, sekaligus melepas single 'Where’s My Phone?'.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Mitski Umumkan Album 'Nothing’s About to Happen to Me', Hadirkan Single 'Where’s My Phone?'
ShowBiz
Album 'Running With Scissors': Fase Dewasa Cavetown yang Penuh Emosi dan Refleksi
Cavetown merilis album terbaru Running With Scissors. Robin Skinner mengeksplor emosi, identitas, dan kedewasaan lewat musik dan visual 'Cryptid'.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Album 'Running With Scissors': Fase Dewasa Cavetown yang Penuh Emosi dan Refleksi
ShowBiz
Album 'BEFORE I FORGET' Jadi Pernyataan Paling Personal The Kid LAROI
The Kid LAROI merilis album terbaru BEFORE I FORGET, menandai fase baru kariernya dengan eksplorasi emosional dan musikal yang lebih matang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Album 'BEFORE I FORGET' Jadi Pernyataan Paling Personal The Kid LAROI
ShowBiz
Samsons Tutup 2025 dengan Single Hangat 'Tentang Kita', Simak Lirik Lagunya
Samsons menutup 2025 dengan merilis single 'Tentang Kita', lagu bernuansa hangat yang mengangkat makna dukungan, kasih sayang, dan kebersamaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
Samsons Tutup 2025 dengan Single Hangat 'Tentang Kita', Simak Lirik Lagunya
ShowBiz
The Funeral Portrait Rilis EP 'Dark Thoughts', Angkat Tema Personal dan Solidaritas
The Funeral Portrait merilis EP 'Dark Thoughts' berisi empat versi lagu, termasuk kolaborasi dengan Danny Worsnop. Angkat tema personal dan solidaritas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
The Funeral Portrait Rilis EP 'Dark Thoughts', Angkat Tema Personal dan Solidaritas
ShowBiz
Dari Sabaton hingga Yellowcard, Better Noise Music Panen Prestasi di 2025
Better Noise Music menutup 2025 dengan delapan single #1, ekspansi artis global, serta kesuksesan Sabaton dan Five Finger Death Punch di pasar internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
Dari Sabaton hingga Yellowcard, Better Noise Music Panen Prestasi di 2025
ShowBiz
James Alyn HYBS Gandeng PREP Rilis Single Penuh Harapan 'Don’t Worry', Simak Lirik Lengkapnya
James Alyn, musisi Thailand anggota HYBS, berkolaborasi dengan PREP dalam single Don’t Worry, lagu soul pop yang menenangkan dan penuh pesan optimisme.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Desember 2025
James Alyn HYBS Gandeng PREP Rilis Single Penuh Harapan 'Don’t Worry', Simak Lirik Lengkapnya
Indonesia
Earhouse Buka Ruang Kolaborasi Pergerakan Komunitas Seni
Berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan, Earhouse merupakan ruang kreatif yang didirikan oleh duo musisi independen Endah N Rhesa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Desember 2025
Earhouse Buka Ruang Kolaborasi Pergerakan Komunitas Seni
Bagikan