Bahayanya Wisata Menunggang Gajah

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 30 Desember 2018
Bahayanya Wisata Menunggang Gajah

Gajah yang sakit berpotensi menularkan infeksi ke manusia. (foto: pixabay/pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAHKAH kamu merasakan wisata gajah tunggangan? Berkeliling naik di punggung gajah memberikan pengalaman dan sensasi berbeda. Binatang besar tersebut akan berjalan perlahan, bergoyang-goyang.

Wisata menunggang gajah memang jadi atraksi populer di Afrika dan Asia. Salah satunya di India. Namun, baru-baru ini, aktivis perlindungan hewan menyarankan untuk tidak melakukannya.

1. Bahaya infeksi mengancam

elephant
Manusia dapat terjangkit infeksi dari gajah yang sakit. (foto: pixabay/wikiimages)


Seperti dikutip dari Antara, saran utnuk tidak menunggang gajah itu dikeluarkan enggak hanya demi kesehatan gajah, tapi juga manusia. Pasalnya, manusia dapat terjangkut infeksi jika gajah tunggangan tengah sakit.


2. Gajah sakit di India

jaipur
Gajah tunggangan di Kota Jaipur. (foto: pixabay/frankraj)

Sebuah laporan dari Animal Welfare Board of India (AWBI) menunjukkan bahwa gajah-gajah yang terkena Tb telah digunakan sebagai tunggangan di Benteng Amber di luar Kota Jaipur. Atas dasar itulah, PETA menyarankan agar orang menghindari bersentuhan dengan hewan. Demikian dilansir DPA.

Selain itu, PETA juga mengimbau, jika memungkinkan, menghindari area tersebut sepenuhnya. Di Benteng Amber, 10 gajah dinyatakan positif menderita tuberkulosis (Tb).

Tak hanya terinfeksi Tb yang bisa menular ke manusia, semua gajah memiliki masalah dengan kaki mereka. Beberapa gajah bahkan memiliki masalah penglihatan. Meski dalam keadaan tak prima, mereka dipaksa untuk membawa beban yang terlalu berat.

3. Gajah sakit tak lagi digunakan

amber fort
Gajah dipaksa menyusuri jalan setapak di Benteng Amber. (foto: pixabay/rmac8oppo)

Sementara itu, media lokal melaporkan, atas perintah pihak berwenang, semua gajah yang terinfeksi Tb tidak lagi digunakan untuk naik.

Benteng Amber merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Negara Bagian Rajasthan. Benteng ini terletak di atas bukit. Gajah biasanya membawa wisatawan ke atas, hanya melalui jalan setapak.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan