Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Bahan Polyester Picu Dermatitis Atopik?

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 14 Agustus 2019
Bahan Polyester Picu Dermatitis Atopik?

Bahan polyester berserat rapat dan tidak menyerap keringat. (foto: pexels/kai pilger)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PAKAIAN berbahan polyester cukup nyaman digunakan. Bahan ini tahan terhadap kuman dan air. Itulah mengapa pakaian berbahan polyester dapat kamu gunakan dalam waktu lama. Enggak perlu kamu ganti sekali pakai.

Namun, bahan polyester agaknya kurang bersahabat dengan kulitmu. Bahan ini memiliki kekurangan, yaitu enggak memiliki sirkulasi udara yang baik. Polyester memiliki tekstur yang rapat sehingga enggak mudah menyerap keringat dan lembap. Bikin kamu kegerahan.

BACA JUGA: Bisa Menyerang di Segala Usia, Yuk Kenali Dermatitis Atopik

Karena kekurangannya tadi, polyester bisa jadi penyebab penyakit kulit dermatitis atopik. Hal itu disebabkan salah satu pemicu penyakit kulit ini ialah kulit yang kepanasan. "Satu faktor pemicunya DA kan ialah suhu panas, polyester kan bahannya panas," ujar dr Anthony Handoko,SpKK kepada Merahputih.com di Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Menurut Anthony, bahan polyester dapat membuat kulit kepanasan. Meskipun bahan ini lebih leluasa digunakan. "Bahan polyester itu kan lebih stretching tetapi mereka lebih rapat karena ada karetnya juga sehingga itu membuat suhu yang dipakai itu menjadi lebih tinggi ya," tambahnya.

Meskipun begitu, kata Anthony bukan berarti kamu harus mengganti bahan polyester untuk pakaian kamu. Hanya saja jangan sering kamu gunakan. Ia lebih menyarankan agar kamu menggunakan bahan katun untuk pakaian harianmu. "Bahan dari katun katun itu bagus ya, jadi udara bisa keluar masuk sehingga mengurangi suhu panas," papar Anthony.

kulit
Suhu panas dan lembap memicu DA. (foto: pexels/ximena mora)

Suhu kulit yang panas lanjut Anthony, dapat merubah kadar PH kulit. Jika kadar PH kulit kamu enggak tepat, maka keadaan kulit kamu jadi enggak sehat. Ujungnya-ujungnya bisa menimbulkan ruam pada kulit dan rasa gatal, yang merupakan gejala penyakit DA.

Selain itu, Anthony juga menyarankan agar menghindari pakaian dalam berbahan polyester. Jika tetap digunakan, selain terkena DA, kulit kamu juga bisa ditumbuhi jamur. "Sebenarnya banyak sekali ya celana dalam yang bahannya polyester, bentuknya menarik, warnanya menarik,tapi jadi timbul dermatitis atopik, terus timbul jamur," imbuhnya.

Nah kalau kamu sudah terlanjur memiliki banyak pakaian berbahan polyester, sebaiknya jangan terlalu lama dan sering kamu gunakan. Jangan kamu kenakan seharian penuh agar kulit kamu enggak terlalu kepanasan. "Badan Anda kan butuh nafas, untuk menurunkan suhu juga," tukasnya. (ikh)

BACA JUGA: Redakan Nyeri Persendian dengan Rempah-Rempah Indonesia

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan