MerahPutih.com - Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menatap balapan utama MotoGP Grand Prix (GP) Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (18/8) malam WIB, dengan penuh keyakinan. Bagnaia mengaku punya modal penting untuk menang.
Modal itu dimiliki setelah membukukan kemenangan di balapan sprint, Sabtu (17/8). Kemenangan sprint dengan total waktu 20 menit 59,768 detik itu menyempurnakan pencapaiannya tahun lalu ketika menjadi yang tercepat pada balapan pendek di Austria.
Posisi kedua ditempati polesitter Jorge Martin (Prima Pramac Racing) yang hanya terpaut 4,673 detik dari sang juara bertahan. Sedangkan juara dunia delapan kali Marc Marquez dari Gresini Racing, tersingkir dari balapan setelah terjatuh di lima lap terakhir, ketika saat itu dia menjadi penantang Bagnaia dan Martin.
Pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro melengkapi podium sprint GP Austria dengan margin waktu 7,584 detik dari si pemimpin balapan.
Baca juga:
Francesco Bagnaia Ingin Ulangi Kesuksesan MotoGP Austria di 2024
“Secara keseluruhan, itu adalah kemenangan (Sprint) yang fantastis dan saya sekarang memiliki banyak data untuk balapan utama nanti. Pasti tidak akan mudah, tapi saya saat ini merasa puas,” kata Bagnaia, dikutip dari laman resmi Ducati.
Mengenai jalannya balapan pendek tersebut, Bagnaia mengaku berusaha sekuat tenaga untuk memberikan Martin, yang merupakan polesitter, perlawanan yang maksimal dan menyulitkan.
“Saya tahu penting untuk memimpin sejak awal dan Jorge (Martin) mencoba segalanya untuk tetap di depan. Saya mencoba menyalipnya tetapi kemudian ia melebar. Begitu itu terjadi, saya memeriksa jarak dan saya melihat bahwa ia tertinggal 0,3 detik, yang berarti ia tidak kehilangan satu detik pun, jadi saya yakin ia kemungkinan besar akan menerima penalti long-lap,” jelas Bagnaia.
“Setelah itu, kunci penting selanjutnya adalah bagaimana saya bisa mengelola jarak di depan,” ujarnya menambahkan. (*)