Awas, Penyakit Mengintai Vagina saat Traveling

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 07 September 2018
Awas, Penyakit Mengintai Vagina saat Traveling

Hal-hal buruk bisa terjadi pada vagina saat traveling. (foto: pixabay/kaboompics)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT asyik berlibur, kamu mungkin melupakan beberapa hal yang terkait dengan kesehatan tubuh. Kebersihan vagina jadi salah satu yang lalai diperhatikan saat berlibur. Padahal, organ intim perempuan ini amat penting untuk dijaga lo.

Pasalnya, beberapa hal buruk bisa mengintai vagina kamu bila lalai dibersihkan dan dirawat saat liburan. Berikut beberapa hal yang terjadi pada vagina saat traveling.

1. Keputihan

pantyliners
Kondisi lembap dan suhu panas membuat vagina rawan keputihan. (foto: woman's world)

Vagina memang punya cairan. Dalam kondisi sehat, cairan vagina tidak berbau, berwarna bening atau putih, dan teksturnya agak kental. Jika cairan vagina kamu meleset dari kondisi itu, semisal terlalu banyak, warnanya kuning, bau menyengat, atau menggumpal, saatnya kamu waspada. Pasalnya, itu menandakan ada masalah pada vagina kamu.

Menurut Palo Alto Medical Foundation, setelah beraktivitas fisik atau berolahraga (misalnya naik gunung atau bersepeda keliling kota), perempuan memang akan mengalami keputihan yang lebih banyak daripada biasanya. Semakin banyak keputihan, area vagina tentu jadi semakin lembap. Ditambah suhu sekitar vagina yang meningkat karena gesekan saat berjalan kaki, pastilah area selangkangan kamu akan lembap karena keringat.


2. Infeksi bakteri vagina

Kebersihan vagina harus dijaga agar terhindar dari infeksi bakteri. (foto: pixabay/stocksnap)

Menurut sebuah penelitian dalam British Medical Journal (BMJ), infeksi bakteri vagina merupakan penyebab keputihan tidak normal yang paling sering dilaporkan. Penyakit tersebut bisa muncul kalau kamu tidak menjaga kebersihan vagina dengan baik.

Bila kamu lupa menjaga kebersihan, keseimbangan flora (koloni bakteri baik dan jahat) di vagina akan terganggu. Kadar bakteri baik pun berkurang jauh sehingga bakteri jahat tumbuh lebih ganas dan menyebabkan infeksi.


3. Infeksi jamur vagina

pesepeda
Bersepeda saat traveling bikin selangkangan lembap. (foto: pixabay/free-photos)

Menurut seorang spesialis kandungan dari Ohio State University Wexner Medical Center di Amerika Serikat, dr Melissa Goist, jamur akan tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat.

Karena itu, vagina yang lembap dan hangat selama liburan sangat rentan terhadap infeksi jamur vagina, terlebih jika sebelumnya kamu sudah pernah kena infeksi ini sebelumnya.

Gejala infeksi jamur pada vagina, antara lain vagina terasa gatal atau sakit serta muncul keputihan yang sangat kental. Perhatikan gejala-gejala tersebut, terutama saat sedang berlibur di kota yang cuacanya cukup panas dan lembap atau kamu banyak beraktivitas fisik selama liburan.

4. Infeksi saluran kencing (ISK)

tisu toilet
Sakit saat buang air kecil bisa jadi penanda ISK. (foto: pixabay/kropekk_pl)

Infeksi saluran kencing atau ISK memang sering terjadi pada perempuan yang sedang berlibur. ISK terjadi ketika bakteri jahat dari rektum (dubur) berpindah ke saluran kencing.

Membasuh vagina dengan keliru, yakni dari belakang ke depan, atau menggunakan celana dalam yang sama seharian bisa meningkatkan peluang bakteri dari dubur untuk menjalar dan pindah ke mana-mana, misalnya ke saluran kencing atau vagina.

Gejala ISK yang perlu kamu waspadai saat liburan ialah sakit ketika buang air kecil, urine jadi keruh, dan anyang-anyangan.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.
Bagikan