Awas, Kuman Mengintai di Seluruh Penjuru Bandara

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 13 Desember 2018
Awas, Kuman Mengintai di Seluruh Penjuru Bandara

Hampir seluruh benda dan permukaan bandara menjadi sarang kuman. (foto: pixabay/michael gaida)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAHKAH terpikir olehmu bahwa bandara bisa membahayakan kesehatanmu? Faktanya, seperti tempat umum lainnya, bandara berpotensi menjadi sarang kuman. Bahkan, beberapa tempat di bandara bahkan punya lebih banyak kuman ketimbang toliet umum.

1. Wadah plastik di meja pemeriksaan jadi sarang kuman

airport
Wadah plastik di meja pemeriksaan merupakan sarang kuman paling kotor di bandara. (foto: pixabay/jshootscom)


Seperti dilansir Hellosehat, sebuah penelitian terbaru dari University of Nottingham di Inggris yang berkolaborasi bersama National Institute for Health and Welfare di Finlandia menemukan bahwa virus yang menyerang pernapasan ternyata bersarang pada beragam permukaan benda di bandara. Salah satunya ialah wadah plastik kotak yang biasanya jadi tempat menaruh barang di bagian pemeriksaan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Infectious Diseases itu mendeteksi sampel udara serta mencari tahu virus jenis apa yang berperan sebagai penyebab penyakit pada petugas bandara serta penumpang yang jatuh sakit setelah datang ke bandara.

Sebagian besar virus yang tersebar di area bandara ialah rhinovirus dan influenza yang kerap menyerang saluran pernapasan hingga mengakibatkan pilek dan influenza.

Bukan hanya itu, dari sekian banyak tempat dan fasilitas umum di bandara, ternyata baki atau wadah plastik tempat penumpang meletakkan ponsel, tas, ikat pinggang, serta barang-barang bawaan lain di bagian pemeriksaan merupakan tempat tinggal favorit kuman. Wah, siapa sangka ya.

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan