Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Awas! Kombinasi Makanan ini Bisa Berbahaya

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 15 Januari 2018
Awas! Kombinasi Makanan ini Bisa Berbahaya

Susu kedelai tidak baik dikonsumsi bersama bayam. (foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANDA memnag dianjurkan untuk makan makanan yang beragam. Mulai dari sumber karbohidrat, protein, lemak hingga buah dan sayura-mayur yang mengandung vitamin.

Dengan makan makanan yang beragam, Anda bisa mencukupi kebutuhan gizi tidak hanya dari satu sumber makanan saja.

Meskipun demikian, ada lo kombinasai makanan yang ternyata enggak baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Apa saja ya, yuk cari tahu.

1. Bayam dan Susu atau Kedelai


Bayam punya kandungan asam oksalat. Susu dan kedelai punya kandungan kalsium yang baik bagi tulang dan gigi. Namun, jika keduanya digabungkan, asam oksalat dapat bereaksi dengan kalsium membentuk endapan yang tidak larut bernama kalsium oksalat. Zat itu terbentuk di dalam usus dan memengaruhi penyerapan kalsium sehingga menyebabkan penyumbatan di perut.

Sebaiknya bayam tidak dimakan bersama lauk yang mengandung kedelai seperti tahu, tempe atau bahan lain yang mengandung kedelai.

2. Susu dan Cokelat

Biarpun terlihat serasi, cokelat dan susu bikin penyumbatan di usus. (foto: pixabay)

Susu dan cokelat sepertinya pasangan yang serasi jika dinikmati bersama. Namun, kombinasi keduanya tidak baik bagi tubuh. Sama seperti bayam dan kedelai, cokelat mengandung asam oksalat yang akan bereaksi dengan kalsium pada susu. Akibatnya, bisa terjadi penyumbatan di usus karena kalsium oksalat.

3. Udang dan Vitamin C

Anda mungkin pernah disarankan untuk tidak makan udang bersama dengan es jeruk, jus jeruk ataupun kelapa jeruk. Ternyata kebiasaan itu punya dampak buruk bagi tubuh.

Udang mengandung zat arsenik pentoxide yang akan bereaksi jika bertemu dengan vitamin C. Reaksi itu akan megubah arsenik menjadi arsenik trioxide yang sangat beracun.


Racun itu dikatakan dapat merusak hati, jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Akibatnya, usus akan mengeluarkan darah, pembuluh darah melebar hingga seseorang bisa meninggal dengan kelima panca indera mengeluarkan darah.


Namun begitu, sampai sekarang belum ada penelitian pasti yang membahas jumlah kandungan arsenic trioxide yang terbentuk setelah mengonsumsi udang dan vitamin c. Selain itu, belum diketahui juga apakah racun ini akan terasa pada jangka pendek atau panjang. Meskipun demikian, amat bijak untuk menghindari kombinasi kedua makanan.

4. Burger dan Bir


Saat masuk ke sistem pencernaa, bir akan terlebih dahulu diolah karena dianggap sebagai racun. Akibatnya, burger akan menumpuk di dalam lambung. Hal itu akan membuat Anda merasa kembung dan begah berkepanjangan. Kombinasi lemak pada burger dan bir juga akan membuat tubuh lebih lama memproses makanan.

5. Susu Kedelai dan Telur


Telur kaya akan protein. Beda dengan susu kedelai yang memiliki efek mengurangi kerja enzim protease. Padahal, enzim itu punya tugas membantu metabolisme protein yang masuk ke tubuh. Akibatnya, penyerapan protein dari telur jadi berkurang.


6. Buah Setelah Makan

Biasanya buah dijadikan pilihan makanan penutup. Ternyata hal itu salah besar lo.

Mengasup buah setelah makan akan membuat buah terlambat dicerna dalam tubuh. Buah akan tertumpuk di atas semua makanan berat yang Anda konsumsi, sedangkan tubuh akan mencerna makanan mulai tumpukan paling bawah.


Di lain hal, buah memiliki kandungan gula cepat cerna yang tidak baik jika dibiarkan terlalu lama. Karena menumpuk terlalu lama di usus, gula dalam buah akan berfermentasi dan membuat gizinya jadi rusak.


Sebaiknya Anda makan buah 30 menit sebelum makan. Hal itu akan membuat tubuh punya waktu cukup untuk memproses buah sebelum kembali memproses makanan berat.

Nah, sudah tahu kan kombinasi yang harus dihindari agar makanan yang Anda konsumsi tepat manfaat dan memberi efek baik bagi tubuh. (*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan