Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Awas! Aroma Makanan Bisa Picu Penumpukan Lemak

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 13 Desember 2017
Awas! Aroma Makanan Bisa Picu Penumpukan Lemak

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AROMA makanan yang mengoda sering kali tak bisa dihindari. Terlebih jika aromanya amat harum, nafsu makan pun langsung timbul.

Ternyata, menghirup aroma makanan saja bisa bikin gemuk lo, meskipun Anda belum menyentuh makanannya secuil pun.

Sebuah temuan yang ditulis di jurnal ilmiah berjudul Cell Metabolism menyebut aroma makanan bisa membuat berat badan naik. Hal itu terjadi karena aroma bisa menentukan apakah tubuh akan membakar atau menyimpan lemak.

Penelitian itu dilakukan menggunakan tikus dengan memanfaatkan indera penciuman mereka yang tajam dan tikus yang indera penciumannya sengaja dimatikan. Kedua tikus itu sama-sama diberi satu porsi hamburger. Hasilnya, tikus yang tidak bisa mengendus berat badannya naik hanya 10% dari berat badan asli mereka. Sementara itu, tikus dengan indera penciuman yang tajam mengalami kenaikan berat badan hingga 2 kali lipat.

Kesimpulannya, ketika Anda bisa mengendus bau makanan, aroma tersebut akan memicu nafsu makan. Pasalnya, Anda akan lebih menikmati makanan saat didukung aroma yang harum. Dengan begitu, lemak di dalam tubuh akan tertumpuk dan proses pembakaran lemak akan melambat. Hasilnya, tubuh akan melebar karena jumlah lemak yang tersimpan di dalam tubuh.

Sebagai bukti, orang yang kehilangan indera penciuman karena faktor usia yang sudah senja, kecelakaan, atau penyakit seperti Parkinson akan menjadi kurus. Selain tidak lagi bisa mengendus aroma makanan dengan baik, mereka juga kehilangan indera perasa mereka. Hal itu membuat mereka tidak lagi bisa menikmati makanan yang dimakan sehingga membuat mereka depresi dan kehilangan nafsu makan.

Namun, bukan berarti Anda harus selalu menutup hidung biar sukses diet ya. Penelitian pada tikus itu juga menemukan bahwa tikus tanpa penciuman mengalami peningkatkan hormon noradrenalin. Jika hormon itu terlalu tinggi, risiko terkena serangan jantung justru jadi lebih tinggi.

Kuncinya, kontrol diri Anda. Jangan mudah tergoda aroma maskaan yang wangi. Jika Anda merasa sudah makan dengan cukup sebelumnya, tidak ada salahnya mengabaikan aroma yang tercium.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan