Awal Perubahan Baru, Empat Tren Mobilitas Tahun 2022
Tren mobilitas di tahun 2022 menurut prediksi ahli. (Foto: Unsplash/Samuele Errico Piccarini)
KALAU dulu manusia hanya punya sepeda jadul, kini sudah ada mobil listrik yang melaju di jalanan. Teknologi, faktanya, memang berubah secepat itu. Perkembangan demi perkembangan dilakukan demi mempermudah kehidupan manusia. Salah satunya bisa dilihat dari bagaimana kita melakukan mobilisasi. Kendaraan jadi esensial dalam keseharian, namun faktor perubahan iklim dan sejumlah faktor lain membuat manusia putar otak mencari inovasi apa lagi yang harus dilakukan.
Memasuki tahun 2022 akan jadi awal baru bagi pembuat kepentingan dan masyarakat. Lebih dari sebelumnya, industri otomotif akan mengalami banyak perubahan. Disebabkan oleh digitalisasi, iklim, diversifikasi, juga inklusi. Oleh sebab itu, pengamat telah memprediksi secara sekilas tren mobilitas tahun 2022. Berikut hasilnya seperti dilansir dari laman Haus von Eden.
Baca Juga:
Bersepeda
Waktunya sepeda jadi penguasa jalanan. Pasalnya, gas emisi yang dihasilkan kendaraan bermotor memang menyebabkan efek rumah kaca dan tentunya membuat Bumi semakin panas. Untuk itu, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan bersepeda. Kota-kota besar seperti Kopenhagen dan Amsterdam telah mewujudkannya. Dengan menciptakan kota ramah pesepeda, kendaraan itu bahkan sudah jadi lebih dari sekadar moda transportasi. Sepeda telah mendefinisikan konsep mobilitas baru untuk komuter atau mengirim barang. Jadi ditambah dengan insfrastruktur berorientasi masa depan, nantinya sepeda akan jadi simbol status untuk mobilitas multifungsi.
Mobilitas dari pintu rumah
Berdasarkan data, hanya 20 persen dari semua perjalanan yang tidak dimulai atau berakhir di pintu depan sendiri. Jadi semuanya pasti berasal dari tempat tinggal kita. Maka dari itu, cara hidup baru, seperti zona bebas mobil di kawasan pemukiman mungkin bisa jadi cara inovatif dan baru untuk memastikan perjalanan dari rumah. Alih-alih naik mobil, bus, motor, atau lainnya, kita bisa memilih untuk berjalan. Selain mengedepankan keberlanjutan lingkungan, ini bisa jadi upaya meningkatkan kualitas hidup dari segi kesehatan. Lebih lanjut, arsitektur hijau juga bisa didapatkan. Caranya dengan menyingkirkan area parkir dan mengubahnya jadi lahan hijau.
Baca Juga:
Pembangunan infrastruktur mobil listrik
Pertumbuhan mobil listrik akan mengubah SPBU tradisional. Apalagi banyak negara dan beberapa produsen telah mengumumkan peralihannya dari mobil bahan bakar minyak. Meskipun begitu, infrastrukturnya masih harus dibangun untuk menunjang lektromobilitas ini.
Penerapan teknologi Geofencing
Geofencing berasal dari dua kata, yakni Geo yang berarti Bumi dan fencing yang memiliki arti pagar. Namun, konsep pagar bumi ini terjadi di dunia virtual. Teknologi ini dapat memberitahukan lokasi serta kapan kamu memasuki dan meninggalkan suatu tempat. Penggunaannya akan menciptakan peluang baru di kota-kota masa depan. Selain itu, dapat membawa kita menuju kota otonom yang memiliki aspek keberlanjutan. Misalnya kemitraan angkutan umum dengan lebih banyak elektrifikasi yang dihasilkan dari batas-batas virtual. (sam)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand
OPPO A6 5G Debut di India, Dibanderol Rp 3 Jutaan dengan Baterai Jumbo
Samsung Galaxy A57 Sudah Lolos Sertifikasi TENAA, Berikut Spesifikasi Lengkapnya
iPhone 18 Pro hingga iPhone Fold Siap Meluncur September 2026, tak Bawa Dynamic Island?
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 dan S26 Plus Bocor, Baterai dan Kamera Jadi Sorotan
Harga iPhone 18 Pro Max Diprediksi Bakal Meroket Buntut Kelangkaan Komponen RAM
Bocoran Xiaomi 18, Dikabarkan Bawa Kamera Periskop hingga Fingerprint Ultrasonik
OPPO Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra Dirumorkan Pakai Kamera Ganda 200MP
OPPO Find X9 Pro Tembus 5 Besar DxOMark, Ungguli Honor Magic 8 Pro!
Redmi Buds 8 Lite dan Mijia Smart Audio Glasses Bakal Hadir di Indonesia Bersamaan dengan Peluncuran Redmi Note 15 Series