Musik

Awal Manis, Beyonce Sabet Grammy Country Pertama

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 03 Februari 2025
Awal Manis, Beyonce Sabet Grammy Country Pertama

Beyonce. (Foto: Instagram/@beyonce)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SIARAN TV Grammy Awards belumlah dimulai, tapi semua mata tertuju kepada Beyonce. Tahun ini, Queen Bey bertaruh di kategori Album of The Year untuk Cowboy Carter. Bagusnya, Beyonce mengawali Grammy dengan manis, sebuah kemenangan di kategori Best Country Duo/Group untuk kolaborasinya bersama Miley Cyrus, II Most Wanted.

Lagu II Most Wanted merupakan bagian dari album Act II: Cowboy Carter milik Beyonce. Beberapa hari sebelumnya, Beyonce juga mengumumkan bahwa ia akan segera menggelar tur yang terinspirasi oleh album tersebut.

Namun, meski menang di kategori country, isu mengenai apakah Cowboy Carter benar-benar dapat disebut sebagai musik country menjadi bahan perdebatan. Tahun lalu, Beyonce bahkan mencatatkan sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang menduduki posisi pertama di chart Top Country Albums versi Billboard dengan album Cowboy Carte. Pencapaian itu semakin memperkuat posisinya, terutama dengan 11 nominasi Grammy yang ia terima tahun ini. Nominasi tahun ini menjadikannya artis dengan nominasi terbanyak sepanjang sejarah, dengan total 99 nominasi, sebuah rekor yang sebelumnya dipegang suaminya, Jay-Z.

Sementara itu, untuk persaingan di kategori Album of the Year di ajang Grammy, kompetisinya sengit terjadi. Banyak album hebat yang bersaing, mulai dari album debut Chappell Roan yang bernuansa pink The Rise and Fall of a Midwest Princess, hingga album eksperimental André 3000 New Blue Sun yang berfokus pada suara flute. Menurut Rob Sheffield, penulis senior Rolling Stone, kategori ini menyajikan deretan album fenomenal yang bahkan bisa disebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang sejarah Grammy.

Baca juga:

Andre 3000 Batal Hadir di Grammy 2025, Mungkinkan Takut karena Sama-Sama Masuk Nominasi Album of the Year Bareng Beyonce?



Namun, di antara album-album tersebut, album Beyonce Cowboy Carter tampaknya menjadi yang paling menonjol. Ini bukan hanya tentang Beyonce, melainkan lebih kepada pengaruh besar yang akan dimiliki Grammy. Sejak dulu, Beyonce sering kali diabaikan dalam kategori ini, meski album-album sebelumnya seperti Renaissance (2023), Lemonade (2017), Beyonce (2015), dan I Am... Sasha Fierce (2010) sukses besar di industri musik dan di mata penggemar.

Meski Queen Bey terlihat tidak terlalu mempermasalahkan kekalahannya, ia tetap menunjukkan rasa hormat yang tinggi kepada pemenang yang terpilih. Di lain sisi, suaminya, Jay-Z, serta para penggemar setianya, Beyhive, lebih vokal dalam menyoroti ketidakadilan yang dirasakan dalam pengakuan dari Recording Academy terhadap salah satu artis paling berpengaruh di dunia musik saat ini.

Beyonce mungkin akhirnya bisa memenangkan Album of the Year di Grammy tahun ini. Jika itu terjadi, pencapaian tersebut bukan hanya menjadi kemenangan pribadi bagi Beyonce, melainkan juga langkah besar bagi Grammy untuk memberikan pengakuan yang lebih adil terhadap kontribusi besar sang ratu musik dalam industri.(dwi)

Baca juga:

Grammy Awards 2025 Siap Digelar, Ajang Pertaruhan Queen Bey di Kategori Album of The Year

#Musik #Grammy Award
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Jihyo TWICE Resmi Tinggalkan JYP Entertainment, Kini Dirikan Agensi Baru EMITHAUS
Jihyo TWICE resmi meninggalkan JYP Entertainment setelah 21 tahun perjalanan kariernya. Kini, ia mendirikan agensi baru bernama EMITHAUS.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
Jihyo TWICE Resmi Tinggalkan JYP Entertainment, Kini Dirikan Agensi Baru EMITHAUS
ShowBiz
Single 'Arah Labuh' Buka Jalan Menuju Album Baru MALIQ & D’Essentials, Perunggu hingga Rhoma Irama Bakal Jadi Kolaborator
MALIQ & D’Essentials merilis single Arah Labuh sebagai pembuka album dan exhibition terbaru menjelang 25 tahun berkarya. Intip bocoran kolaboratornya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Single 'Arah Labuh' Buka Jalan Menuju Album Baru MALIQ & D’Essentials, Perunggu hingga Rhoma Irama Bakal Jadi Kolaborator
ShowBiz
Synchronize Fest 2026: Tiga Hari, Ribuan Cerita, dan Pertemuan Musik Lintas Generasi
Simak cerita tiga hari Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo, Jakarta, dari Efek Rumah Kaca, Perunggu, Geisha, Hindia hingga kolaborasi lintas negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026: Tiga Hari, Ribuan Cerita, dan Pertemuan Musik Lintas Generasi
ShowBiz
Mark Lee, Mantan Member NCT, Bawa K-pop ke Dunia Anak-Anak
Hanya sedikit dari lagu-lagu k-pop yang diciptakan khusus untuk anak-anak
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Mark Lee, Mantan Member NCT, Bawa K-pop ke Dunia Anak-Anak
ShowBiz
Panggung Jazz Internasional di ARC Sudirman, Hadirkan Musisi dengan Pendekatan Musikal Beragam
Rangkaian konser ini digelar di Sudirman Hall, menghadirkan musisi jazz yang telah mendapat pengakuan internasional dalam suasana pertunjukan yang lebih intim.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Panggung Jazz Internasional di ARC Sudirman, Hadirkan Musisi dengan Pendekatan Musikal Beragam
ShowBiz
Harry Styles Bawakan 'What Is Enough' untuk Liam Payne, Liriknya Singgung Kehilangan Sahabat
Harry Styles membawakan lagu baru 'What Is Enough' untuk mengenang Liam Payne, dua tahun setelah kepergian mantan personel One Direction tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Harry Styles Bawakan 'What Is Enough' untuk Liam Payne, Liriknya Singgung Kehilangan Sahabat
ShowBiz
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
Tak Ingin Pulang menggambarkan perasaan seseorang yang begitu menikmati kebersamaan dengan orang terkasih hingga tak ingin momen tersebut berakhir.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
ShowBiz
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
Barsena mengangkat kisah tentang seseorang yang tengah menghadapi masa-masa sulit hingga berada di titik terendah kehidupannya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
ShowBiz
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
Siapa Duluan Rindu bercerita tentang beratnya merelakan seseorang untuk pergi, sekaligus keinginan untuk tetap memberikan dukungan kepada orang tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
ShowBiz
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
'Our' menjadi ruang bagi Min-hyun untuk merefleksikan perjalanan dirinya sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
Bagikan