Atasi Kulit Iritasi setelah Berenang dengan Cara Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 30 Desember 2018
Atasi Kulit Iritasi setelah Berenang dengan Cara Ini

Klorin bisa membuat kulit iritasi. (foto: pixabay/pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu aktivitas wajib saat liburan ialah berenang. Bermain air memang menyenangkan. Namun, setelahnya, masalah baru muncul. Kulit jadi kering atau bahkan teriritasi.


1. Klorin jadi penyebab

pool
Kandungan klorin pada air kolam renang bisa membuat kulit teriritasi. (foto: pixabay/deankez)

Kulit kering atau teriritasi setelah berenang bisa disebabkan klorin yang terkandung di air kolam renang. Klorin memang kerap digunakan untuk menjernihkan air dan membunuh bakteri serta mikroba dalam air.

Klorin yang digunakan biasanya merupakan produk turunan dari sodium hipoklorit atau yang banyak dikenal sebagai kaporit. Namun, beberapa orang ternyata cukup sensitif terhadap bahan yang satu ini hingga bisa menimbulkan ruam kulit akibat klorin.

Seperti dilansir Hellosehat, klorin bisa mengiritasi kulit, mata, dan sistem pernapasan. Ketika seseorang mengalami ruam setelah berenang, tandanya ia mengalami kondisi yang disebut dengan dermatitis kontak. Dermatitis kontak terjadi ketika seseorang terpapar iritan berupa klorin.

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan