MerahPutih Nasional - Proses hukum yang dijalani oleh Mohammad Asryad (24) si tukang sate penghina Presiden itu tetap akan berlanjut meski penahanan ditangguhkan. Selain sebagai wajib lapor, Arsyad sesekali dimintai keterangan untuk berkas yang akan dilimpahkan ke Kejaksaan.
Beribicara polos layaknya seorang Balita, Arsyad mengaku sudah 14 kali mendatangi Mabes Polri sejak dirinya dikenakan wajib lapor pada 11 November lalu. Menurutnya, sejauh ini kewajiban di sepalpor hanya menuliskan nama, tanda tangan, dan waktu. Namun, baru-baru ini, ia dimintai kembali untuk menyerahkan saksi. Sementara, para akun facebook yang berada di grup tidak ada yang ia kenali.
"Foto penghina Pak Presiden itu awalnya kan dari grup yang orang-orangnya gak ada yang saya kenal. Temen-temen saya mah kebanyakan temen SD, SMP, dan mereka tidak tahu. Kata teman saya sih sampai 21 kali wajib lapor," kata Arsyad di Warung Sate tempatnya bekerja, Minggu (21/12/2014).
Selama diperiksa, Aryad mengaku didampingi oleh pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kenalan tetangganya. Sambil membenarkan kopiah putihnya, ia mengaku tidak pernah disudutkan oleh pertanyaan-pertanyaan polisi.
Bahkan, pria yang hanya memiliki penghasilan Rp 50.000 perhari dari pukul 10.00-24.00 WIB itu senang memiliki teman-teman ditahanan. Meski hanya 11 hari, ia sudah akrab dengan kepala Rumah Tahanan. Namun ia kerap bertanya apakah akan kembali berada ditahanan setelah masuk pengadilan.
"Polisinya baik-baik kok, orang tahananya juga. Saya kalau lagi wajib lapor, kepala Rutan tuh pasti nyegat saya menyuruh untuk bilal pada Shalat Jumat. Tapi saya belum sempat," ungkap mantan tahanan yang hobinya membersihkan masjid selama ditahan.
Arsyad Masih Jalani Proses Hukum
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Bagikan
Follow Me
Berita Terkait
Indonesia
Sidang Roy Suryo 5 November 2026 Terbuka untuk Umum, Simak Aturan dari PN Jaktim
Sidang Roy Suryo yang dihadiri Jokowi pada 5 November 2026, bakal dibuka untuk umum. Berikut ketentuannya.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Berita
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Batasi 80 Pengunjung
Jokowi akan menghadiri sidang Roy Suryo di PN Jaktim, Kamis (5/11). Namun, jumlah pengunjung dibatasi menjadi 80 orang.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026