Arsene Wenger yang Menjadi Korban Kesuksesannya

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 03 April 2018
Arsene Wenger yang Menjadi Korban Kesuksesannya

Manajer Arsenal Arsene Wenger (Zimbio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Selama 22 tahun melatih Arsenal, Arsene Wenger tidak pernah merasakan tekanan seperti yang dirasakannya saat ini. Manajer asal Prancis itu mendapatkan tekanan besar dari fan Arsenal untuk mengundurkan diri, atau meninggalkan jabatannya sebagai manajer klub, setelah menurunnya performa The Gunners dalam beberapa musim terakhir.

Sejak terakhir meraih titel Premier League pada tahun 2004, Arsenal tak lagi mampu bersaing merebutkanya. Bahkan, Arsenal kesulitan menjaga konsistensi mereka yang biasanya mengakhiri musim di empat besar Premier League, alias zona Liga Champions. Singkatnya, Arsenal stagnan di kala tim-tim lain berkembang.

Fans Arsenal pun terbelah karenanya. Ada yang mendukung Wenger untuk tetap bertahan di Arsenal, ada juga yang menginginkannya untuk hengkang, untuk membuka lembaran baru di bawah manajer baru. Di tengah tekanan tersebut, Wenger nyatanya masih tetap bertahan dan yakin dirinya merupakan sosok yang tepat untuk membangkitkan Arsenal.

Situasi yang dialami Wenger itu dikomentari oleh koleganya yang melatih Stoke City, Paul Lambert. Menurutnya, Wenger tidak pantas diperlakukan bak penjahat karena menurunnya performa Arsenal. Lambert menganggap Wenger sebagai sosok yang menjadi korban atas kesuksesannya di Arsenal.

"Jika dia (Wenger) menerima kritikan, maka kita semua (manajer) juga bisa mendapatkannya. Konyol untuk berkata dia kehilangan sentuhan dengan level kesuksesan yang dimilikinya dan segala hal yang sudah dilakukannya. Jika Anda ambil bagian dari kesuksesan itu, maka Anda melakukan segalanya dengan benar untuk diri Anda sendiri," tutur Lambert di Sky Sports, Senin (2/4).

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger (Foto: Sky Sports)
Pelatih Arsenal, Arsene Wenger (Foto: Sky Sports)

"Tidak pernah menyenangkan melihat kolega menghadapi hal semacam itu, tidak peduli berapa lama Anda berada di dalam klub. Saya tidak setuju dengannya. Dia benar-benar menjadi korban atas kesuksesannya sendiri, dengan jumlah trofi yang dimenangi dan trofi di level yang tinggi. Dia mentransformasi begitu banyak pemain," paparnya.

Wenger, 68 tahun, sepanjang kariernya telah meraih total 21 trofi dengan akumulasi trofi di Monaco, Nagoya Grampus Eight, dan Arsenal. 17 trofi di antaranya diraih bersama Arsenal dengan rincian: tujuh titel Community Shield, tujuh trofi Piala FA, dan tiga Premier League. (*)

Sumber: Bolaskor.com. Baca juga berita terkait di: Nasib Arsene Wenger di Mata Paul Merson

#Arsene Wenger #Arsenal
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Olahraga
Real Madrid Siap Bajak Piero Hincapie dari Arsenal Demi Puaskan Hasrat Belanja Jose Mourinho
Arsenal baru meminjam bek Ekuador tersebut dari Bayer Leverkusen musim lalu, lewat kewajiban pembelian permanen pada akhir musim pertama
Angga Yudha Pratama - 1 jam, 21 menit lalu
Real Madrid Siap Bajak Piero Hincapie dari Arsenal Demi Puaskan Hasrat Belanja Jose Mourinho
Olahraga
Jadwal Premier League 2026/27 Tuai Kontroversi, Fans Tuduh Arsenal dan Manchester United Diuntungkan
Arsenal dan Manchester United dituduh diuntungkan lewat jadwal Premier League 2026/27. Fans pun curiga.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Jadwal Premier League 2026/27 Tuai Kontroversi, Fans Tuduh Arsenal dan Manchester United Diuntungkan
Olahraga
Arsenal dan Juventus Berebut Andria Bartishvili, Wonderkid yang Disebut Mirip Khvicha Kvaratskhelia
Arsenal dan Juventus sedang berebut wonderkid Georgia, Andria Bartishvili. Ia disebut mirip dengan Khvicha Kvaratskhelia.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Arsenal dan Juventus Berebut Andria Bartishvili, Wonderkid yang Disebut Mirip Khvicha Kvaratskhelia
Olahraga
Arsenal Serius Kejar Sandro Tonali, Manchester United Mundur karena Harganya Terlalu Mahal
Arsenal dilaporkan serius mengejar Sandro Tonali. Manchester United pun mundur karena harganya dianggap terlalu mahal.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Arsenal Serius Kejar Sandro Tonali, Manchester United Mundur karena Harganya Terlalu Mahal
Olahraga
Juventus Tutup Pintu untuk Arsenal, Kenan Yildiz tak Dijual Berapa pun Harganya
Juventus menutup pintu untuk Arsenal dan menegaskan bahwa Kenan Yildiz tak dijual. Si Nyonya Tua tak ingin kehilangan aset berharganya.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Juventus Tutup Pintu untuk Arsenal, Kenan Yildiz tak Dijual Berapa pun Harganya
Olahraga
Arsenal Ternyata Masih Incar Julian Alvarez, Siap Pecahkan Rekor Transfer Premier League?
Arsenal kabarnya masih mengincar Julian Alvarez. Namun, mereka harus memecahkan rekor transfer Liga Inggris jika ingin mendatangkannya.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Arsenal Ternyata Masih Incar Julian Alvarez, Siap Pecahkan Rekor Transfer Premier League?
Olahraga
Jose Mourinho Minta Datangkan Riccardo Calafiori, Real Madrid Mulai Dekati Arsenal?
Real Madrid ingin mendatangkan Riccardo Calafiori. Arsenal pun terancam kehilangan bek Italia tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Jose Mourinho Minta Datangkan Riccardo Calafiori, Real Madrid Mulai Dekati Arsenal?
Olahraga
Legenda Arsenal Ungkap Kemungkinan Mengejutkan Masa Depan Martin Odegaard
Kehadiran Eberechi Eze dan lonjakan performa pemain muda Myles Lewis-Skelly kini menjadi alternatif menarik bagi sektor gelandang Arsenal
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Legenda Arsenal Ungkap Kemungkinan Mengejutkan Masa Depan Martin Odegaard
Olahraga
Arsenal Siapkan Regenerasi Skuad dengan Depak Pemain Tua, Leandro Trossard jadi Korban Pertama?
Kontrak pria Belgia ini tersisa 12 bulan
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Arsenal Siapkan Regenerasi Skuad dengan Depak Pemain Tua, Leandro Trossard jadi Korban Pertama?
Olahraga
Mikel Arteta Gerak Cepat Sambar Penyerang Mematikan Berusia 16 Tahun Manfaatkan Penderitaan Leicester City
Ketertarikan Arsenal memuncak setelah melihat performa impresif Monga menembus skuad utama Leicester City pada usia belia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Juni 2026
Mikel Arteta Gerak Cepat Sambar Penyerang Mematikan Berusia 16 Tahun Manfaatkan Penderitaan Leicester City
Bagikan