Merahputih.com - Arsenal mengantongi optimisme tinggi untuk melangkah ke final UEFA Champions League (UCL) setelah menahan imbang Atlético Madrid 1-1 pada leg pertama di Madrid pekan lalu.
Berdasarkan data statistik, sejarah berpihak pada Meriam London, mengingat tim yang memainkan leg kedua di kandang selalu lolos ke final dalam tiga semifinal terakhir sejak aturan gol tandang dihapus.
Optimisme ini diperkuat dengan kemenangan telak Arsenal atas tim asuhan Diego Simeone di Emirates Stadium pada fase grup musim ini.
Baca juga:
Superkomputer Prediksi Hasil Arsenal vs Atletico Madrid, Siapa yang Melaju ke Final Liga Champions?
Dominasi Statistik dan Keangkeran Emirates Stadium
Arsenal menunjukkan performa pertahanan yang sangat solid di bawah asuhan Mikel Arteta. Sang manajer mencatatkan rata-rata kebobolan hanya 0,65 gol per pertandingan di kompetisi elit Eropa, rasio terendah bagi manajer mana pun dengan minimal 20 laga.
Selain itu, Arsenal belum terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir melawan tim asal Spanyol di Liga Champions, dengan memenangkan tujuh di antaranya.

Sebaliknya, rekor tandang Atlético Madrid di Inggris sangat buruk. Los Rojiblancos menelan enam kekalahan dari tujuh laga tandang terakhir melawan klub Premier League.
Bahkan, kekalahan 4-0 di Emirates Stadium awal musim ini tercatat sebagai salah satu kekalahan terberat mereka di kompetisi Eropa.
Duel Kunci: Julian Alvarez vs David Raya
Meskipun statistik memojokkan tim tamu, sosok Julián Álvarez tetap menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Arsenal. Penyerang Argentina ini memimpin metrik high-intensity pressures di UCL musim ini dengan total 899 aksi.

Namun, Arsenal memiliki David Raya di bawah mistar gawang yang tampil fenomenal. Raya tercatat mencegah lebih banyak gol daripada kiper lain sejak musim lalu, hanya kebobolan 13 gol dari nilai Expected Goals on Target (xG) sebesar 22,9.
Baca juga:
Klasemen Liga Inggris 2025/26 usai Manchester City Ditahan Imbang Everton, Arsenal Makin Dekat Juara
Di lini tengah, Declan Rice terus mendominasi dengan catatan 12 operan yang membelah pertahanan lawan atau line-breaking passes pada leg pertama.
Sementara itu, penyerang Viktor Gyökeres berpeluang mengikuti jejak Sadio Mane dan Riyad Mahrez sebagai pemain klub Inggris ketiga yang mampu mencetak gol di kedua leg semifinal Liga Champions.