MerahPutih.com - Arsenal dikabarkan mengincar penyerang Newcastle, Anthony Gordon, pada musim panas ini. Mereka pun berharap bisa mendapatkannya dengan harga 75 juta poundsterling (Rp 1,6 triliun).
Pemimpin klasemen Premier League itu unggul dari Liverpool dan Manchester United, dalam perebutan pemain Inggris tersebut. Mereka pun optimistis, bahwa Gordon lebih senang pindah ke London.
Sementara itu, Manajer Arsenal, Mikel Arteta, telah lama mengagumi Gordon sejak masa baktinya di Everton.
Kontraknya tinggal dua tahun lagi dan Newcastle akan meminta 95 juta poundsterling (Rp 2,1 triliun) untuk pemain tersebut. Namun, Arsenal kemungkinan akan membayar antara 75 juta poundsterling (Rp 1,6 triliun) dan 80 juta poundsterling (Rp 1,8 triliun).
Baca juga:
Arsenal Lebih Diunggulkan di 16 Besar Liga Champions 2025/26, ini Calon Lawannya
Arsenal Kagum dengan Gaya Bermain Anthony Gordon
Arsenal sebetulnya masih ingin memperkuat sayap kirinya. Artinya, ada kemungkinan bahwa Gabriel Martinelli bakal angkat kaki dari Emirates.
Gordon, yang segera menginjak usia 25 tahun, siap pindah ke Liverpool dua tahun lalu. Sayangnya, transfer tersebut gagal.
Meskipun ia telah menepis rumor transfer dan merasa bahagia di Newcastle, tetapi Gordon bisa pindah jika klub menerima tawaran yang tepat.
Selain itu, Arsenal juga menyukai fleksibilitas Gordon. Ia telah bermain sebagai penyerang tengah (nomor 9) untuk Eddie Howe di Newcastle dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga:
Alexis Mac Allister Masuk Radar Manchester United, Bisa Jadi ‘Pengkhianatan’ Terbesar bagi Liverpool
Gordon kesulitan dengan performanya sepanjang musim ini, tetapi ia masih dipastikan akan dimasukkan dalam skuad timnas Inggris oleh Thomas Tuchel untuk pertandingan persahabatan melawan Uruguay dan Jepang bulan depan. Ia juga berpotensi bermain di Piala Dunia 2026.
Arteta sendiri diberi dana 250 juta poundsterling (Rp 5,6 triliun) untuk belanja pemain musim panas lalu, sehingga total pengeluaran keseluruhannya menjadi lebih dari 1 miliar poundsterling (Rp 22,5 triliun).
Meskipun manajer asal Spanyol itu akan berada di bawah tekanan besar jika kembali gagal juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun. Petinggi klub juga telah menyetujui pengeluaran lebih banyak di musim panas. (sof)