MerahPutih.com - Dua pemain Arema FC masih meragukan untuk ditampilkan di laga kedua Super League 2026/2027 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Minggu, 13 September. Kedua pemain yang dimaksud adalah Gustavo Henrique dan Alfeandra Dewangga.
Situasi ini menjadi tantangan bagi Arema FC, yang tentu ingin melanjutkan hasil positif setelah membuka Super League 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-0 atas isenmulang Kalteng FC.
Kemenangan di partai perdana musim ini membuat Singo Edan sementara memimpin klasemen, dengan keunggulan selisih gol atas Persib Bandung.
Tim medis Arema FC terus memberikan perhatian intensif terhadap penanganan cedera Gustavo Henrique dan Alfeandra Dewangga.
Baca juga:
Klasemen Super League 2026/2027 Usai Pekan Pertama: Arema FC di Puncak, Persib Membuntuti
Gustavo Henrique Cedera Otot, Dewangga Masalah di Lutut
Gustavo Henrique sebelumnya mengalami cedera otot paha depan kiri (quadriceps). Cedera tersebut didapatkannya saat membela Singo Edan pada laga Piala Presiden melawan DPMM FC Brunei Darussalam pada akhir Juli 2026. Kini, ia dalam tahap pemulihan dan rehabilitasi.
Perkembangan Gustavo Henrique semakin membaik. Minggu ini dia mulai menaikkan intensitas latihan dan mulai mencoba adaptasi lapangan, seperti latihan jogging,
ujar Reta Arroyan, Fisioterapis Arema FC.
Sebelumnya, sang striker sempat merasakan kekakuan atau rasa tegang pada area otot kakinya saat menjalani fase awal latihan pekan lalu. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi dan kini ia mulai mengarungi program penguatan fisik di bawah pengawasan tim medis.
Sementara itu, Alfeandra Dewangga mengalami masalah pada area otot sekitar lutut akibat benturan yang dialami saat melakoni laga perdana. Walau sempat mengeluhkan rasa sakit saat berjalan maupun melakukan aktivitas jogging, kondisinya kini terus membaik.
Baca juga:
Waktu pertandingan, dia terbentur pada bagian area lututnya. Namun kondisinya sekarang sudah mulai membaik dan alhamdulillah tidak parah,
jelas Reta.
Tim medis mengestimasi masa pemulihan Dewangga dari sesi latihan reguler membutuhkan waktu sekitar tiga hari hingga satu minggu, seraya terus memantau respons fisik sang pemain sebelum diberikan lampu hijau untuk kembali bergabung penuh dalam skema taktik tim. (*)