MerahPutih Bisnis - Perusahaan jasa keuangan Swiss, UBS AG menunjukan, terjadi peningkatan permintaan di Tiongkok untuk perangkat andalan terbaru Apple, yaitu 6 iPhone dan iPhone 6 Plus, jauh lebih banyak dibandingkan peningkatan di Amerika sendiri.
"Data terakhir menunjukkan bahwa permintaan iPhone terlihat tumbuh cukup pesat di Cina, bahkan ditemukan bahwa Cina bisa jadi merupakan (pendominasi) sebanyak 35 persen dari pengiriman pada kuartal dibandingkan dengan 22 persen tahun lalu," ucap Steven Milunovich, analis UBS, menulis dalam sebuah catatan penelitian yang diterbitkan pada hari Rabu (7/1).
Milunovich juga mmengatakan bahwa pangsa penjualan iPhone di Amerika diperkirakan akan jatuh, dari 29 persen pada tahun lalu menjadi 24 persen pada kuartal pertama 2015. Dikatakan juga bahwa iPhone telah melihat hasil yang signifikan dalam perekonomian terbesar kedua di dunia sejak iPhone terbarunya diluncurkan pada bulan Oktober.
Perkiraan dari UBS menunjukkan bahwa Apple menjual 69.300.000 iPhone pada kuartal keempat 2014, merupakan rekor kuartalan baru untuk perusahaan teknologi yang berbasis di Cupertino, California ini. Angka tersebut mengalahkan perkiraan konsensus 65,5 juta perangkat.
Baca juga: Apple Mendominasi Pasar di Musim Liburan
Perjanjian distribusi Apple dengan China Mobile Ltd, operator ponsel terbesar di dunia, bisa menjadi salah satu alasan untuk selangkah lebih maju, kata Milunovich. "Perjanjian distribusi China Mobile dengan Apple ditandatangani pada akhir Desember 2013 dan Apple mulai pengiriman iPhone 6 dan 6 Plus pada bulan Oktober, sehingga tampaknya masuk akal bahwa permintaan di China melonjak dibandingkan dengan daerah lain," tulisnya.
Pada bulan Oktober, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus tiba di Tiongkok meskipun terdapat penundaan regulasi di awal peluncurannya. Kecintaan konsumen Tiongkok membantu Apel menjual hampir 10 juta unit dalam waktu tiga hari dari tanggal awal penjualan melalui platform e-commerce dari JD.com.
Menurut perusahaan riset pasar internasional, Kantar Worldpanel, pada akhir kuartal ketiga tahun lalu, iPhone mendominasi 18,1 persen pangsa pasar di Cina. Di Amerika, hampir setengah dari semua ponsel yang terjual (47,3 persen) adalah iPhone.
Apple juga membukukan angka volume penjualan terbesar pada kuartal ketiga tahun 2014. Menurut data dari International Data Corp, Apple meningkatkan pengiriman ponsel secara global menjadi lebih dari 39 juta unit, diikuti oleh Samsung Electronics Co (78 juta unit).
Samsung, yang berbasis di Suwon, Korea Selatan, tetap menjadi penjual smartphone terbesar di dunia pada kuartal ketiga 2014, dengan 23,7 persen dari pasar, diikuti oleh Apple dengan 11,7 persen.
Pemain global lainnya, termasuk perusahaan-perusahaan Tiongkok seperti Xiaomi Corp dan Lenovo Group Ltd juga telah berhasil memeras rezeki di medan yang sama. Xiaomi and Lenovo were ranked third and fourth on that list, with 5.2 per cent and 5.1 per cent shares, respectively. Masing-masing menduduki peringkat ketiga dan keempat dalam daftar itu, dengan 5,2 persen dan 5,1 persen saham.
Jangan lupa Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom dan Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom.
Berita lain