Antisipasi Banjir, Pj Teguh Pertimbangkan Modifikasi Cuaca Tahap 3

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 24 Desember 2024
Antisipasi Banjir, Pj Teguh Pertimbangkan Modifikasi Cuaca Tahap 3

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SEBAGAI langkah antisipasi banjir, Penjabat Gubernue Provinsi DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengaku akan mendiskusikan tahap ketiga modifikasi cuaca bersama. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan dilibatkan dalam diskusi itu.

"Untuk yang tahap ketiga ini, besok akan kami rapatkan. Kami lakukan. Masih dengan biaya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan nantinya untuk akhir tahun masih akan kami laksanakan dengan biaya BTT (belanja tidak terduga),” kata Teguh saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (24/12) malam, seperti dilansir ANTARA.

Teguh menyebutkan, jika sebelumnya penggunaan biaya BTT harus mengeluarkan status darurat, kini setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencermati peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) terkait dengan BTT, ada mekanisme terkait dengan pergeseran anggaran. “Jadi dalam kondisi mendesak. Jadi nanti untuk BTT tidak harus mengeluarkan status kondisi darurat, tapi dalam kondisi yang mendesak kalau memang curah hujannya cukup tinggi, kami akan lakukan,” kata Teguh.

Baca juga:

Dari Rp 4,1 Miliar, Anggaran Modifikasi Cuaca Jakarta Tinggal Rp 1,3 Miliar



Teguh mengatakan, apabila pada Januari 2025 masih berstatus curah hujan tertinggi, Pemprov DKI Jakarta akan mencoba tetap memaksimalkan infrastruktur banjir. Di saat bersamaan, Pemprov DKI Jakarta juga tetap melakukan upaya-upaya lainnya seperti modifikasi cuaca. Teguh mengatakan pihaknya tak mau mengambil risiko Jakarta banjir.

Sebelumnya, modifikasi cuaca tahap pertama sudah dilakukan pada 7 hingga 9 Desember. Teguh menyebut upaya itu bisa dilihat hasilnya dengan kurang lebih bisa mengurangi sekitar 15 sampai 60 persen curah hujan. Dengan begitu, kata Teguh, hujan yang turun hanya gerimis walaupun tidak kering total.

“Selain itu, mitigasi dari BMKG pada 15 Desember lalu juga hujannya cukup tinggi. Oleh karena itu, kemudian kami lakukan lagi untuk tahap kedua 12 sampai 15 Desember. Ini kami lakukan untuk tahap kedua,” kata Teguh.(*)

Baca juga:

Operasi Modifikasi Cuaca Kurangi Curah Hujan di Jabar dan Jateng

#DKI Jakarta #Modifikasi Cuaca
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tarif LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Rp 5.000, tapi belum Resmi
Pada tahap awal, layanan segmen Velodrome–Manggarai dibuka secara terbatas di tiga stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, dan Manggarai.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Tarif LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Rp 5.000, tapi belum Resmi
Indonesia
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Indonesia
Jakarta Hadapi Kekeringan, DPRD Minta Dinkes Sediakan Air Minum Gratis
Dinkes DKI Jakarta disarankan bekerja sama dengan dinas dan badan usaha milik daerah (BUMD) terkait untuk menyediakan titik-titik pembagian air minum gratis.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Jakarta Hadapi Kekeringan, DPRD Minta Dinkes Sediakan Air Minum Gratis
Indonesia
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Wilayah yang masuk kategori Awas meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Indonesia
Dukcapil DKI Padankan Data WNI dengan Imigrasi di Jakarta
Dukcapil juga memverifikasi alamat tempat tinggal WNA serta memantau perubahan status kependudukan.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Dukcapil DKI Padankan Data WNI dengan Imigrasi di Jakarta
Indonesia
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Kebutuhan pembiayaan pembangunan Jakarta tetap besar sehingga pemerintah daerah perlu mencari alternatif pendanaan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPRD Bela Gubernur Pramono Terbitkan Obligasi DKI meski Ditolak Menteri Purbaya
Indonesia
Pemprov DKI Buka 3 Tahap Uji Coba LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai
Uji coba diperlukan untuk mengetahui kekurangan layanan sebelum LRT Jakarta dioperasikan secara lebih luas.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pemprov DKI Buka 3 Tahap Uji Coba LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai
Indonesia
Dalam 5 Tahun Seluruh Kabel di Jakarta Ditanam di Bawah Tanah
Bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mengubah wajah kota agar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi warga.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Dalam 5 Tahun Seluruh Kabel di Jakarta Ditanam di Bawah Tanah
Indonesia
Pemprov DKI Jamin Mahasiswa Terimbas Desil masih Tetap Kuliah
Ada 147 mahasiswa penerima KJMU yang mengeluhkan pemutakhiran desil.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Pemprov DKI Jamin Mahasiswa Terimbas Desil masih Tetap Kuliah
Indonesia
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Rekan korban menerima sinyal 'SOS' itu melalui fitur jam di salah satu aplikasi.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Kronologi Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Sempat Kirim Sinyal SOS ke Temannya
Bagikan