MerahPutuh.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah menyiapkan alternatif tempat isolasi bagi warganya yang terpapar COVID-19.
Hal itu menyusul adanya kebijakan Pemprov Jawa Tengah yang menjadikan Asrama Haji Donohudan sebagai tempat isolasi mandiri bagi ratusan pasien corona dari Kabupaten Kudus. Padahal selama ini, Asrama Haji Donohudan juga dijadikan tempat isolasi mandiri bagi OTG warga Solo.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengatakan, Pemkot Solo sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait tempat isolasi Asrama Haji Donohudan yang mulai ditempati warga Kudus. Pemkot perlu menyiapkan lokasi lain untuk antisipasi jika Asrama Haji Donohudan overload dan warga Solo tidak tertampung
Baca Juga:
100 Hari Kerja Gibran, PKS Solo Sebut Kinerjanya Belum Terlihat
"Kami perlu menyiapkan lokasi alternatif lokasi isolasi terpusat untuk mengantisipasi jika Donohudan penuh," kata Gibran pada Merahputih.com di gedung DPRD Solo, Senin (7/6).
Meski hal tersebut masuk dalam worst case scenario, kata dia, tetap perlu dilakukan antisipasi.
"Tidak hanya menyiapkan tempat isolasi alternatif, tetapi juga penambahan kamar perawatan, ICU dan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemungkinan lokasi yang bisa digunakan untuk alternatif tempat isolasi adalah Solo Techno Park (STP), yang sebelumnya dipakai untuk rumah karantina pemudik.
Baca Juga:
Kemudian alternatif kedua, menggunakan Rumah Sakit Lapangan miliki TNI Angkatan Darat di Benteng Vastenburg.
"Kita siapkan STP dan Rumah Sakit Lapangan milik TNI AD Benteng Vastenburg untuk menampung pasien OTG dari Solo," ucap dia.
Gibran menambahkan, pihaknya juga siap membantu Pemprov Jateng dan Pemda Kudus jika memang membutuhkan tempat untuk perawatan warganya yang positif COVID-19. Bahkan, untuk nakes jika dibutuhkan juga siap membantu. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga: