Anjing atau Kucing, Mana yang Lebih Pintar? Ini Jawabannya

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 03 Desember 2017
Anjing atau Kucing, Mana yang Lebih Pintar? Ini Jawabannya

Anjing punya neuron lebih banyak di otak mereka ketimbang kucing. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYUKA binatang mungkin telah berdebat selama bertahun-tahun tentang mana yang lebih pintar, kucing ataukah anjing?

Untuk menemukan jawabnya, para ahli pun memutuskan melakukan tes.

Peneliti di Vanderbilt melakukan sejumlah tes pada hewan untuk membuktikan siapa yang lebih pintar. Mereka mempelajari sejumlah neuron kortikal pada otak sejumlah binatang. Hasilnya, anjing punya lebih banyak neuron kortikal ketimbang kucing.

Meskipun kedua binatang peliharaan itu sama-sama kerap bertingkah konyol atau mengunyah sepatu Anda, anjing ternyata punya sekitar 530 juta neuron kortikal, sedangkan kucing hanya punya 250 juta neuron kortikal. Sebagai perbandingan, manusia punya 16 miliar neuron kortikal di otak.

"Aku yakin jumlah pasti neuron yang dimiliki binatang, khususnya di korteks otak, menentukan keadaan mental mereka. Itu juga menentukan kemampuan mereka untuk mengantisipasi hal yang akan terjadi di lingkungan mereka berdasarkan pengalaman," jelas Suzana Herculano-Houzel, profesor ilmu psikologi dan sains biologi di Vanderbilt, yang meninjau penelitian itu dengan sejumlah riset internasional.

Penelitian yang akan diterbitkan di jurnal Frontiers in Neuroanatomy itu mencatat bahwa ukuran otak tidak memengaruhi kecerdasan secara keseluruhan. Sebagai contoh, otak beruang cokelat, meskipun 10 kali lebih besar ketimbang otak kucing, ternyata punya jumlah neuron yang hampir sama dengan kucing. Dalam hal kecerdasan, kucing bisa disamakan dengan rakun.

Meskipun penelitian itu memberikan hasil yang objektif, perdebatan tentang mana yang lebih pintar tak akan hilang begitu saja. Bahkan Herculano-Houzel mengamini bahwa ia sendiri belum teryakinkan.

"Aku penyuka anjing, 100%. Namun bagiku, penelitian ini berarti bahwa anjing punya kemampuan biologis untuk melakukan lebih banyak hal yang kompleks dan lebih fleksibel dalam hidup ketimbang kucing," ujarnya.

Jadi, Anda pilih anjing atau kucing?(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Bagikan