MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dari jabatannya bukanlah melalui surat keputusan, tetapi melalui aplikasi pesan singkat whatsapp (WA). Lalu, bagaimana tanggapan Wakil Gubernur Sandiaga Uno atas kejadian itu?
Menurut Sandiaga, pencopotan Bambang melalui WA mengikuti perkembangan zaman. Wagub juga membantah apa yang dilakukan Anies itu melanggar prosedur.
"Zaman now, kalau sesuai ketentuan dan prosedur dijalankan sesuai dengan apa yang sudah digariskan melalu sistem personalia yang ada di DKI, sistem pembangunan human capital, secara baku, dilakukan secara ketentuan," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).
Wagub mengklaim pencopotan mantan Wali Kota Jaktim dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya untuk perubahan DKI Jakarta yang lebih baik. Dia juga mengaku pencopotan Bambang bukan dilihat dari personal, melainkan sudah diumumkan sebelumnya.
"Ini kan nggak ada yang personal, nggak ada kayak "eh sorry ya gue ganti yak," nggak gitu, semua berdasarkan ketentuan dan semua saya punya hubungan baik dengan wali kota, kepala dinas, mereka juga bertugas degan baik dan tentunya kita ucapkan terima kasih," tutur Sandiaga.
"Kami jelaskan pak Anies dan saya nggak ada melihat ini personal atau emosional. Ini suatu hal yang sudah diumumkan jauh-jauh hari dan saya berikan materi dan pak Anies membuat, bahwa ini awal adanya rotasi, nggak ada surprise sih," imbuh Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu lagi.
Sebelumnya diketahui, mantan Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana membeberkan dirinya dicopot Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Bambang mengaku dirinya diberhentikan oleh orang nomor satu di Ibu Kota itu melalui pesan singkat whatsapp (WA).
"Yang saya masalahkan selama ini saya belum terima keputusan gubernur yang asli, hanya saya di WA dipensiunkan," kata Bambang saat dihubungi wartawan, Senin (16/7) kemarin.
Bambang mengaku dirinya akan pensiun pada 1 Oktober 2018 mendatang. Namun, dia heran kenapa gubernur tak mengeluarkan surat keputusan perihal dirinya kapan bakal memasuki purna tugas. "Pensiunnya per tanggal berapa enggak disebutin," ungkapnya.
Tak hanya Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot juga Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad dan Wali Kota Jakarta Selatan menggantikan Tri Kurniadi. (Asp)