Ani Yudhoyono Cuma Bisa Dijenguk Lewat 'Video Call'

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 18 Februari 2019
Ani Yudhoyono Cuma Bisa Dijenguk Lewat 'Video Call'

Ani Yudhoyono dirawat di National University Hospital Singapura. Foto: Twitter/@AndiArief_

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono, istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini sedang dirawat karena menderita kanker darah, menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia lewat video call.

"Bu Ani tadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan," kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan usai menjenguk di National University Hospital Singapura, Senin (18/2).

Dalam kunjungannya itu, Hinca diterima SBY di lantai 8 rumah sakit. Namun, lanjut dia, istri Ketum Demokrat itu masih belum dapat ditemui secara langsung, demi menyetabilkan kesehatannya. "Kami diterima Bapak, dan 'video call' dengan ibu," kata dia.

SBY
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Youtube

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan sebagaimana dilansir Antara, kondisi Ani Yudhoyono kian membaik, dan siap untuk melanjutkan ke tahap penyembuhan, melalui kemoterapi. Dalam dua pekan terakhir, tim dokter berusaha menyetabilkan kondisi kesehatan mantan Ibu Negara itu agar siap menjalankan kemoterapi.

Tamu yang datang untuk menjenguk Ani hari ini relatif lebih sedikit dari hari sebelumnya. Selain Hinca terdapat pula caleg Partai Gerindra untuk DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan tiga orang kerabat SBY. Namun, mereka hanya meninggalkan pesan melalui video karena ibunda Agus Yudhonoyono itu belum boleh ditemui para pembesuk. (*)

#Ani Yudhoyono
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan