Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Anggota DPR Ini Minta Kantornya Steril, Dari Apa?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 16 Oktober 2018
Anggota DPR Ini Minta Kantornya Steril, Dari Apa?

Kaca di salah satu ruangan di lantai 13 Gedung DPR bolong terkena peluru (ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota DPR Fraksi Nasdem, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra menilai saat ini Gedung DPR/MPR harus jauh dari lokasi yang berpotensi mengancam siapapun di lingkungan DPR.

"Saya katakan di lingkungan DPR itu harus steril. Pada jarak tertentu misalnya sampai jarak 1 km, tidak boleh ada lokasi yang berpotensi mengancam lingkungan DPR," ucap Supiadin di komplek DPR, Jakarta, Selasa (16/10).

Hal itu disampaikan menyusul adanya dugaan peluru nyasar terhadap dua ruangan Anggota DPR Fraksi Gerindra, Wenny Warouw dan Anggota DPR Fraksi Golkar, Bambang Heri P.

Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

Menurutnya, gedung DPR/MPR merupakan objek vital yang masuk dalam kategori lambang negara. Sehingga keamanan anggota dewan menjadi penting ketika dilakukan sterilisasi ancaman.

"Karena di DPR itu bukan hanya tempat bekerja anggota DPR saja, presiden dan politikus negara lain kan suka datang ke sini," bebernya.

Ia meminta adanya evaluasi terkait upaya sterilisasi tersebut. DPR juga harus berkoordinasi dengan gedung-gedung di sekitar.

"Saya kira ke depan perlu dilakukan evaluasi dan komunikasi dengan gedung-gedung tinggi yang ada di sekitar DPR," jelas Supiadin. (fad)

#Peluru Nyasar Ke DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan