MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Dewan Rakyat atau Parlemen Malaysia, Kalam Salan, menggunakan bahasa Jawa saat menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Ia mengatakan karhutla di Indonesia telah menyebabkan Malaysia diselimuti asap dan kesehatan warga terganggu.
Kalam bicara menggunakan bahasa Jawa dalam rapat yang digelar Rabu (21/10).
Awalnya, Kalam menggunakan bahasa Melayu dalam pidatonya. Namun, saat membahas asap karhutla dari RI yang telah menyelimuti Malaysia, ia meminta izin untuk berbicara dalam bahasa Jawa.
Ia mengatakan dampak asap di Malaysia bukan cuma dirasakan warga negara Malaysia, melainkan juga berdampak terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia. Dia mengatakan banyak kebun di Malaysia yang terganggu hingga menyebabkan TKI tak bisa bekerja dan tak bisa mengirim uang ke kampung halaman.
"Orang Indonesia yang bekerja di ladang Malaysia pun terkena dampaknya. Bila tak bekerja, mereka tak dapat gaji, tak bisa kirim duit ke keluarga ke kampung halaman," ujarnya, dikutip Kamis (22/10).
Baca juga:
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Karhutla, Satu Korporasi Diduga Terlibat 19 Kali
Ia juga menyoroti ucapan Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan soal biasanya hutan Indonesia mengirim oksigen ke Malaysia. Dia mengatakan Malaysia juga punya hutan dan pohon.
"Janganlah masalah ini sebagai bahan lelucon dengan mengeklaim bahwa hutan Indonesia menyediakan oksigen bagi Malaysia. Apakah pepohonan di Malaysia terbuat dari plastik? Apakah pohon-pohon tersebut tidak bisa menghasilkan oksigen?" ujarnya.
Dia berharap Presiden Prabowo Subianto mempercepat upaya pemadaman karhutla dan memastikan masalah karhutla serta asap lintas negara tidak berulang. Setelah itu, barulah Kalam beralih menggunakan bahasa Jawa agar lebih dimengerti para pejabat di Indonesia yang disebutnya banyak berasal dari Jawa.
Dia terus bicara dalam bahasa Jawa saat menjelaskan dampak asap karhutla di Indonesia terhadap Malaysia. Dia mengatakan yang susah bukan cuma orang Malaysia.
"Pak, asap songko kobongan alas kuwi nggawe wong Malaysia susah arep ambegan. Akeh sing watuk, tenggorokane podho gatel, lan sesek ambegane (Bapak, asap dari kebakaran hutan itu membuat orang Malaysia kesulitan bernapas. Banyak yang batuk, tenggorokannya gatal, dan napasnya sesak)," ujarnya.
Dia mengatakan sekolah di Malaysia harus tutup akibat asap. Ia juga menyebut wisata di Malaysia jadi sepi dan para pekerja jadi tak bisa bekerja. Dia kembali menyebut WNI yang bekerja di Malaysia juga kesusahan gara-gara kabut asap.
"Pak Prabowo, tulung masalah iki enggal ditangani. Kobongan alas kudu dipateni. Ojo meneh-meneh saben taun Malaysia lan Indonesia podho nandhang susah mergo asap. Kita kabeh pengin langit padhang gumebyar, udarane resik, ambegane lego, lan uripe sehat saklawase. Kulo matur nuwun, Bapak Presiden (Pak Presiden, tolong masalah ini ditangani. Kebakaran hutan harus ditangani. Jangan setiap tahun Malaysia dan Indonesia susah karena asap. Kita semua ingin langit cerah, udara bersih, napasnya lega, dan hidup sehat selamanya. Terima kasih Pak Presiden)," ujarnya.(knu)
Baca juga: