MerahPutih.com - Dalam keseharian, muncul kecenderungan yang kini terasa semakin dekat—orang dengan mudah memberi cap Narcissistic Personality Disorder kepada orang lain.
Istilah psikologis tersebut perlahan bergeser fungsi, dari konsep klinis menjadi label yang dilekatkan secara sembarangan pada siapa saja yang dianggap terlalu mementingkan diri sendiri.
Kegelisahan atas fenomena itu mendorong Andrya Tantra untuk merilis karya solo perdananya bertajuk Nothing Personal Disorder.
Album ini hadir sebagai respons terhadap perubahan perspektif yang kerap berujung pada penghakiman, sekaligus ajakan untuk kembali melihat manusia dalam kompleksitasnya yang utuh.
Baca juga:
Basajan Rilis Album Debut 'Bewara', Eksplorasi Kosmologi Sunda dalam Balutan Modern
Dalam proses kreatifnya, Andrya mengambil peran penuh sebagai penulis dan produser utama. Hal ini memberinya kebebasan untuk merancang arah musikal yang berangkat dari spektrum alternatif dengan sentuhan eksperimental.
Sebelum melangkah sebagai solois, ia dikenal sebagai bagian dari unit musik Ample serta aktif sebagai pemain bass untuk band Dongker.
Album ini menjadikan pendekatan alternatif sebagai fondasi utama, dengan elemen psikedelik yang hadir sebagai lapisan pembentuk sekaligus pelonggar struktur musiknya.
Hasilnya, komposisi yang dihadirkan terasa lebih cair dan terbuka terhadap eksplorasi, alih-alih terikat pada pola yang kaku.
Di sisi lain, nuansa blues, country, hingga hip-hop disisipkan secara halus untuk memperkaya kedalaman emosional tanpa mendominasi keseluruhan warna musik.
Salah satu contohnya terdengar pada trek “Aku Malu” yang dihiasi permainan gitar dari Jason Ranti. Sentuhan tersebut menghadirkan atmosfer ambiens yang sederhana dan intim, mempertegas nuansa minimalis sebagai dasar dari eksplorasi alternatif yang ditawarkan.
“Penggabungan dua unsur tersebut makin menguatkan kalau gue memang pengen melawan arus yang semestinya ga harus gue lakuin demi bertahan hidup di industri musik,” ujar Andrya.
Baca juga:
KURO! Rilis Album Self-Titled, Bangkitkan Energi Melodic Punk Era 2000-an
Tak hanya dari sisi musikal, album ini juga dibangun dari narasi yang personal, jujur, dan dekat dengan realitas sosial yang penuh kegelisahan—banyak di antaranya berangkat dari pengalaman langsung sang musisi.
Tiga lagu utama, N.P.D, Jauhi Fantasiku, dan Bertemu Lagi, menjadi representasi perjalanan dari kekacauan dan ilusi menuju ruang eksplorasi yang lebih bebas, hingga akhirnya berlabuh pada fase penerimaan yang lebih tenang.
Sementara itu, trek lain menyimpan cerita yang tak kalah personal: Lupakan sebagai gambaran pelarian semu yang repetitif, Koboi Ibot yang menghadirkan alter ego liar tanpa arah, Tebang sebagai luapan amarah terhadap eksploitasi, Validasi yang mengkritik kepalsuan di ruang sosial, serta Aku Malu yang mengangkat tema rindu dan penyesalan.
“Kalau ditanya seberapa personal, mungkin di angka sembilan dari sepuluh, karena banyak keresahan, pengalaman, dan kejadian yang pernah gue alamin sebelumnya,” ujarnya.
Album Nothing Personal Disorder yang dijadwalkan rilis pada 24 April melalui Cruising Records ini menjadi penanda perjalanan Andrya Tantra dalam mengeksplorasi ruang artistiknya secara lebih independen. (Far)