Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Andrya Tantra Rilis Album 'Nothing Personal Disorder', Soroti Fenomena Label NPD

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 24 April 2026
Andrya Tantra Rilis Album 'Nothing Personal Disorder', Soroti Fenomena Label NPD

Andrya Tantra lepas album baru. (Foto: dok/andrya tantra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dalam keseharian, muncul kecenderungan yang kini terasa semakin dekat—orang dengan mudah memberi cap Narcissistic Personality Disorder kepada orang lain.

Istilah psikologis tersebut perlahan bergeser fungsi, dari konsep klinis menjadi label yang dilekatkan secara sembarangan pada siapa saja yang dianggap terlalu mementingkan diri sendiri.

Kegelisahan atas fenomena itu mendorong Andrya Tantra untuk merilis karya solo perdananya bertajuk Nothing Personal Disorder.

Album ini hadir sebagai respons terhadap perubahan perspektif yang kerap berujung pada penghakiman, sekaligus ajakan untuk kembali melihat manusia dalam kompleksitasnya yang utuh.

Baca juga:

Basajan Rilis Album Debut 'Bewara', Eksplorasi Kosmologi Sunda dalam Balutan Modern

Dalam proses kreatifnya, Andrya mengambil peran penuh sebagai penulis dan produser utama. Hal ini memberinya kebebasan untuk merancang arah musikal yang berangkat dari spektrum alternatif dengan sentuhan eksperimental.

Sebelum melangkah sebagai solois, ia dikenal sebagai bagian dari unit musik Ample serta aktif sebagai pemain bass untuk band Dongker.

Album ini menjadikan pendekatan alternatif sebagai fondasi utama, dengan elemen psikedelik yang hadir sebagai lapisan pembentuk sekaligus pelonggar struktur musiknya.

Hasilnya, komposisi yang dihadirkan terasa lebih cair dan terbuka terhadap eksplorasi, alih-alih terikat pada pola yang kaku.

Di sisi lain, nuansa blues, country, hingga hip-hop disisipkan secara halus untuk memperkaya kedalaman emosional tanpa mendominasi keseluruhan warna musik.

Salah satu contohnya terdengar pada trek “Aku Malu” yang dihiasi permainan gitar dari Jason Ranti. Sentuhan tersebut menghadirkan atmosfer ambiens yang sederhana dan intim, mempertegas nuansa minimalis sebagai dasar dari eksplorasi alternatif yang ditawarkan.

“Penggabungan dua unsur tersebut makin menguatkan kalau gue memang pengen melawan arus yang semestinya ga harus gue lakuin demi bertahan hidup di industri musik,” ujar Andrya.

Baca juga:

KURO! Rilis Album Self-Titled, Bangkitkan Energi Melodic Punk Era 2000-an

Tak hanya dari sisi musikal, album ini juga dibangun dari narasi yang personal, jujur, dan dekat dengan realitas sosial yang penuh kegelisahan—banyak di antaranya berangkat dari pengalaman langsung sang musisi.

Tiga lagu utama, N.P.D, Jauhi Fantasiku, dan Bertemu Lagi, menjadi representasi perjalanan dari kekacauan dan ilusi menuju ruang eksplorasi yang lebih bebas, hingga akhirnya berlabuh pada fase penerimaan yang lebih tenang.

Sementara itu, trek lain menyimpan cerita yang tak kalah personal: Lupakan sebagai gambaran pelarian semu yang repetitif, Koboi Ibot yang menghadirkan alter ego liar tanpa arah, Tebang sebagai luapan amarah terhadap eksploitasi, Validasi yang mengkritik kepalsuan di ruang sosial, serta Aku Malu yang mengangkat tema rindu dan penyesalan.

“Kalau ditanya seberapa personal, mungkin di angka sembilan dari sepuluh, karena banyak keresahan, pengalaman, dan kejadian yang pernah gue alamin sebelumnya,” ujarnya.

Album Nothing Personal Disorder yang dijadwalkan rilis pada 24 April melalui Cruising Records ini menjadi penanda perjalanan Andrya Tantra dalam mengeksplorasi ruang artistiknya secara lebih independen. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jazz Goes to Campus Diusulkan Jadi 5 Seri Ramaikan 5 Abad Jakarta
Penyelenggaraan kegiatan budaya berskala besar, seperti JGTC mampu memperkuat identitas budaya Jakarta sekaligus menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jazz Goes to Campus Diusulkan Jadi 5 Seri Ramaikan 5 Abad Jakarta
ShowBiz
PERAUKERTAS Rilis 'Joki Cinta', Usung Warna Retrowave Bernuansa Retro Modern
PERAUKERTAS membuka fase baru perjalanan musiknya lewat "Joki Cinta". Mengusung nuansa Retrowave dengan sentuhan synth khas era 1980-an.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 01 Agustus 2026
PERAUKERTAS Rilis 'Joki Cinta', Usung Warna Retrowave Bernuansa Retro Modern
ShowBiz
'We Don't Talk Anymore', Lagu Charlie Puth feat. Selena Gomez yang masih Populer
Melalui lirik yang emosional, keduanya menggambarkan rasa canggung, penyesalan, dan kerinduan yang muncul ketika dua orang yang dulu sangat dekat kini tak lagi saling berkomunikasi.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
'We Don't Talk Anymore', Lagu Charlie Puth feat. Selena Gomez yang masih Populer
ShowBiz
'Nanti Aku Cerita' Jadi Karya Perdana Malika, Kisahkan Kasih Anak kepada Ayah
Malika resmi debut sebagai solois lewat single 'Nanti Aku Cerita'. Lagu ini menjadi ungkapan kasih, penghormatan, dan terima kasih seorang anak kepada sang ayah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
'Nanti Aku Cerita' Jadi Karya Perdana Malika, Kisahkan Kasih Anak kepada Ayah
ShowBiz
Young K DAY6 Rilis Album 'YOUNGEST', Ungkap Kisah Pribadi Lewat Single 'Shut the Door'
Young K DAY6 kembali sebagai solois lewat album kedua YOUNGEST. Lagu utama 'Shut the Door' mengangkat pengalaman pribadi yang dituangkan seperti catatan harian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Young K DAY6 Rilis Album 'YOUNGEST', Ungkap Kisah Pribadi Lewat Single 'Shut the Door'
ShowBiz
Mario G. Klau dan Juan Reza Rilis 'Baby Pelan Pelan', Lagu tentang Cinta yang Tumbuh Perlahan
Mario G. Klau berkolaborasi dengan Juan Reza lewat single 'Baby Pelan Pelan'. Lagu ini mengisahkan benih cinta yang tumbuh dari sebuah pertemuan pertama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Mario G. Klau dan Juan Reza Rilis 'Baby Pelan Pelan', Lagu tentang Cinta yang Tumbuh Perlahan
ShowBiz
Makna dan Keunikan Lagu 'honk!' Milik No Na, Padukan Bunyi Klakson dan Budaya Indonesia
No Na kembali lewat lagu terbaru 'honk!' yang menghadirkan musik ceria dengan bunyi klakson khas dan sentuhan budaya Indonesia melalui referensi 'Om Telolet Om'.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Makna dan Keunikan Lagu 'honk!' Milik No Na, Padukan Bunyi Klakson dan Budaya Indonesia
ShowBiz
Lirik Puitis 'Terang Bulan', Lagu Endah N Rhesa yang Sarat Makna tentang Harapan
Simak makna lagu Terang Bulan karya Endah N Rhesa. Menghadirkan refleksi tentang harapan, ketenangan, dan kekuatan untuk bangkit melalui lirik yang puitis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Lirik Puitis 'Terang Bulan', Lagu Endah N Rhesa yang Sarat Makna tentang Harapan
ShowBiz
Party At Eden Rilis Album Debut 'REV[E/O]LUTION', Bawa Konsep Distopia dan Pesan Spiritual
Party At Eden merilis album debut konseptual "REV[E/O]LUTION" pada 1 Agustus 2026. Album modern metal dan djent ini membawa narasi perjalanan manusia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Party At Eden Rilis Album Debut 'REV[E/O]LUTION', Bawa Konsep Distopia dan Pesan Spiritual
ShowBiz
Magnolia Celebration Ungkap Pergulatan Perasaan Lewat Lagu 'Magnolia'
Magnolia Celebration menghadirkan lagu 'Magnolia' dari album debut Fantasia. Lagu ini mengangkat kisah tentang seseorang yang sulit mengungkapkan perasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Magnolia Celebration Ungkap Pergulatan Perasaan Lewat Lagu 'Magnolia'
Bagikan