Andreas Pereira: The New Michael Carrick
Andrea Pereira (mirror.co.uk)
Merahputih.com - Piala Primer Manchester United tahun 2011. Satu sosok anak kecil berusia sembilan tahun menarik perhatian publik dengan akselerasi, liukan ala khas Negeri Samba yang dilakukannya sepanjang turnamen. PSV Eindhoven, klub yang dibelanya tidak jadi juara, tapi penampilan sang anak sudah mampu menarik minat dari Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Man United.
Klub yang disebut terakhir mampu memenangi persaingan merebutkan talenta yang bermain di akademi PSV. Geoff Watson, Kepala Rekrutmen United, membawanya beserta ayahnya melakukan tur di Carrington – pusat latihan Man United. Di tengah tur, seolah sudah direncanakan oleh klub, Sir Alex Ferguson datang menghampiri dan menyapanya dengan bahasa Portugal.
Ferguson tidak banyak berbicara. Dia hanya menyapanya dengan bahasa Portugal, namun siapa sangka, ucapan singkatnya itu begitu bermakna bagi anak yang memiliki nama lengkap Andreas Hugo Hoelgebaum Pereira – publik memanggilnya dengan nama Andreas Pereira.
“Tiba-tiba kami bertemu Ferguson. Dia berkata ‘Hi’ dalam bahasa Portugal dan itu sangat spesial bagi saya, saya tidak menyangkanya. Saya pikir ‘Bagaimana bisa dia mengetahuinya?’ Detail itu sangat kecil, tapi membuat saya ingin segera ke United. Saya ingin segera teken kontrak dan tinggal di sini,” Pereira bercerita pengalaman pertamanya bertemu manajer legendaris Setan Merah itu.
Pereira kemudian bergabung dengan akademi United dan dipromosikan ke tim utama pada tahun 2014. Dari selang waktu saat dia gabung akademi klub hingga diorbitkan ke tim utama, sudah banyak perubahan yang terjadi di United. Klub sudah tidak lagi ditangani Ferguson yang pensiun pada 2013, Louis van Gaal sudah jadi manajer kedua pasca era Ferguson setelah sebelumnya ditangani David Moyes, dan Michael Carrick sudah berusia 33 tahun.
Pereira cukup beruntung tim ditangani oleh Van Gaal ketika dia promosi, sebab Van Gaal merupakan pelatih yang memang terkenal jeli mengorbitkan pemain muda dan menempanya jadi bintang masa depan. Pereira tidak banyak bermain di musim 2014-15, tapi setidaknya, fans Man United tahu bahwa mereka punya gelandang dengan prospek cerah.
Pada tahun 2015, putra dari mantan pesepakbola profesional Brasil, Marcos Pereira, bermain di Piala Dunia U20 dengan timnas Brasil. Meski lahir di Belgia, Pereira lebih memilih membela negeri kelahiran orang tuanya. “Hati saya adalah orang Brasil,” begitu ucapan singkat Pereira soal pilihan negaranya. Brasil mencapai final, tapi sayangnya, kalah 1-2 dari Serbia yang diperkuat Sergej Milinkovic-Savic muda.

Pereira masih bertahan di musim berikutnya dengan Man United. Lalu kemudian Jose Mourinho datang di tahun 2016, Pereira langsung disekolahkan selama dua musim beruntun ke Spanyol, membela Granada dan Valencia. Masa pinjamannya dilalui dengan sangat baik: Pereira menimba pengalaman bermain di level kompetitif Eropa dan mampu mengembangkan permainannya.
Di akhir musim 2016/17 Granada memang degradasi, tapi fakta tidak berbohong, Pereira bermain konsisten di tim utama dan meningkatkan kemampuannya dalam memahami permainan di salah satu liga top Eropa. Bermain melawan pemain sekaliber Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Toni Kroos, Luka Modric, Andres Iniesta, benar-benar menjadi pengalaman berharga bagi Pereira.
Granada boleh degradasi dan turun kasta, namun Pereira justru meningkatkan performanya yang berlanjut di musim berikutnya bersama Valencia. Bersama tim yang lebih besar, Pereira semakin berkembang di bawah arahan Marcelino Garcia Toral dan menjadi pemain andalan yang membawa Los Che lolos Kualifikasi Liga Champions.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Marcus Rashford Bertahan di Barcelona, Siap Bayar Rp 588 Miliar ke Manchester United
Pelatih Liverpool Arne Slot Puas dengan Hasil Imbang, Singung Performa Mengesankan Arsenal
Xavi Hernandez Tertarik Latih Manchester United, Negosiasi Belum Dimulai
Tahan Imbang Arsenal 0-0, Liverpool Ada Kemajuan Menurut Dominik Szoboszlai
Klasemen Liga Inggris Premier League Setelah Arsenal Bermain Imbang 0-0 Vs Liverpool
Preview Arsenal vs Liverpool: Analisis Kekuatan, Head to Head, Prediksi Skor hingga Klasemen
Marcos Senesi Berpeluang Cabut dari Bournemouth, Barcelona dan Juventus Mulai Pasang Kuda-Kuda
Klasemen Liga Inggris Premier League Setelah Manchester United Ditahan Burnley 2-2 dan City Seri 1-1 dengan Brighton
Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick Bisa 'Kerja Bareng' di Manchester United, Jadi Ajang Reuni Lagi
Manchester United Imbang 2-2 Lawan Burnley, Benjamin Sesko Akhirnya Cetak Gol Lagi