MERAHPUTIH.COM - SERINGNYA terjadi insiden dalam olahraga menuai sorotan. Contohnya mulai dari pembalap sepeda yang tertabrak mobil ketika sedang melintas di jalan sampai gagal jantung saat berolahraga.
Seperti yang dialami pelari di Makassar Half Marathon 2024, Andi Pallawagau Galigo. Ia meninggal setelah diduga mengalami cardiac arrest atau henti jantung. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mengimbau masyarakat untuk memerhatikan keselamatan dalam berolahraga.
Imbauan itu dilontarkan Okto setelah melihat banyaknya insiden di olahraga yang membuat keprihatinan. “Ini jadi pelajaran untuk kita semua,” ucap Okto di Jakarta, Selasa (4/6).
Okto menekankan bahwa masyarakat Indonesia harus lebih bijaksana dalam berolahraga. “Masyarakat harus melaksanakan tindakan preventif, termasuk mengetahui kapasitas diri sendiri,” ungkap Okto.
Baca juga:
Ketum NOC Dorong Atlet MTB Indonesia Tembus Olimpiade Los Angeles 2028
Hal itu, kata Octo, termasuk memastikan kelayakan peralatan olahraga yang digunakan untuk mencegah insiden yang tidak diharapkan. “Walaupun olahraga terlihat mudah, tentunya harus dilakukan dengan sangat bijaksana dan berhati-hati. Jangan sampai olahraga justru membuat dampak yang tidak baik,” kata Okto.
Okto berharap banyak komunitas olahraga ikut menyuarakan pentingnya keselamatan berolahraga. Dari komunitas olahraga itu, biasanya lahir bibit-bibit unggul yang dapat memotivasi dan membesarkan olahraga itu sendiri.
“Kalau olahraga jadi momok, ini akan berpengaruh buruk terhadap prestasi para atlet Indonesia,” tutup Okto.(knu)
Baca juga:
Pendanaan Jadi Kunci Prestasi Olahraga, Ketum NOC Singgung Peran BUMN