Anak Denada Dirawat karena Leukemia, ini Mitos dan Fakta Seputar Kanker Darah

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 20 Juli 2018
Anak Denada Dirawat karena Leukemia, ini Mitos dan Fakta Seputar Kanker Darah

Leukemia umum terjadi pada anak-anak dan remaja. (foto: parentinghub)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KABAR sakitnya putri Denada sontak menjadi perhatian publik. Shakira Aurum, gadis kecil 5 tahun itu dikabarkan telah menjalani perawatan leukemia selama 1,5 bulan ini.

Leukimia merupakan istilah payung untuk empat jenis kanker sumsum tulang dan sel darah. Pada penderita leukemia, sumsum tulang mulai membuat banyak sel darah putih abnormal. Itulah yang disebut dengan sel leukemia.

Sel yang dihasilkan tersebut tidak melakukan pekerjaan sel darah putih secara normal, tapi akan tumbuh lebih cepat daripada sel normal dan tidak akan berhenti tumbuh. Akibatnya, peningkatan jumlah sel darah putih tersebut justru dapat menghancurkan dan menggantikan sel yang menghasilkan sel darah normal.

Keadaan itu menyebabkan masalah serius pada tubuh, seperti anemia, pendarahan, dan infeksi. Leukemia tidak memiliki gejala yang jelas. Namun, memang ada sejumlah gejala yang dapat membantu mendeteksi penyakit ini, semisal luka yang tidak kunjung sembuh, sering mengalami mimisan atau pendarahan dari hidung, pendarahan pada gigi dan gusi, nyeri pada persendian atau bagian tulang belakang, dan rentan terhadap penyakit karena sel darah di dalam tubuh tidak berfungsi secara normal karena jumlahnya yang berlebihan.

Hingga kini, para ahli masih belum bisa menyebut pasti penyebab leukemia. Penyakit ini umum menyerang anak-anak dan remaja. Meskipun demikian, tentu saja deteksi dini akan meningkatkan kemungkinan kesembuhan. Oleh karena itu, ada baiknya kamu mengenal lebih jauh penyakit satu ini. Berikut mitos dan fakta seputar leukemia.


Mitos: Leukemia merupakan satu-satunya kanker darah pada manusia

Leukemia hanyalah salah satu dari tiga jenis kanker darah. Jenis kanker darah lainnya, yaitu limfoma yang menyerang sistem limfa dan myeloma yang menyerang sel plasma dan tubuh. Leukemia lebih spesifik pada kanker yang terjadi dalam darah dan sumsung tulang belakang.

Mitos: Tanaman dolar bisa jadi penyebab leukimia

Beberapa waktu lalu sempat muncul kabar yang menyebut tanaman dolar yang sering ditanam di rumah dapat menyebabkan kanker leukemia. Meskipun tanaman ini beracun dan dapat menyebabkan gatal-gatal atau iritasi jika tertelan, sebuah studi telah menemukan bahwa tanaman ini tidak menyebabkan leukemia.

Studi yang dilakukan Lembaga Pengetahuan Indonesia itu menemukan bahwa tanaman dolar mengandung oksalat, senyawa yang dapat menimbulkan perasaan gatal. Namun, zat oksalat tersebut bukanlah zat karsinogen yang dapat memicu kanker.

Fakta: Leukimia dimulai di sumsum tulang

Tubuh membuat sebagian sel darah di sumsum tulang. Semua sel darah tersebut mulai keluar sebagai sel yang 'belum matang'. Sel itu berkembang menjadi sel yang 'matang' untuk membantu kamu tetap sehat.

Setiap sel darah yang dihasilkan memiliki peran yang berbeda. Sel darah putih untuk melawan infeksi, sel darah merah untuk mengalirkan oksigen, dan sel trombosit untuk membantu pembekuan darah. Namun, pada orang dengan leukemia akut, sel darah tidak melalui fase 'belum matang' dan biasanya berkembang secara abnormal.

Akibatnya, sel yang abnormal tersebut akan mengisap jenis sel yang sehat. Tidak hanya di sumsum tulang, tapi juga di aliran darah dan bagian lain dari sistem kekebalan tubuh.


Fakta: Penyebab leukimia belum diketahui secara pasti

Para ahli hingga kini masih mencari dan mempelajari penyebab penyakit ini. Beberapa tudi telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukemia, di antaranya:

- Radiasi
Sebuah studi telah menemukan bahwa orang yang sering terpapar radiasi tingkat tinggi akan lebih berisiko terkena leukemia. Sumber radiasi dapat disebabkan ledakan bom atom, kecelakaan tenaga nuklir, dan perawatan medis dengan menggunakan radiasi.

- Paparan bahan kimia
Sumber paparan bahan kimia dapat terjadi di tempat kerja.

- Merokok
Merokok sudah terbukti sebagai faktor risiko penyebab terjadinya leukemia myeloid akut. Bahkan sebuah studi telah menemukan bahwa merokok memiliki efek buruk pada kelangsungan hidup pasien leukemia.

- Obat-obatan
Obat-obatan dengan agen alkilasi yang biasa digunakan dalam kemoterapi telah dikaitkan dengan munculnya leukemia setelah terapi jangka panjang. Bahkan, menurut informasi yang dikutip dari Ils.org disebutkan bahwa meskipun dapat membunuh sel kanker, obat kemoterapi juga dapat merusak sel normal, terutama pada lapisan mulut, tenggorokan, perut, dan usus yang sangat rentan terhadap kerusakan.

- Gangguan genetik
Kelainan genetik tertentu seperti down syndrome dapat meningkatkan risiko leukemia.(*)

Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.
Bagikan