Amy Poehler Kenalkan Feminisme pada Gen Z Lewat ‘Moxie’
Amy Poehler berperan sebagai sutradara sekaligus aktris. (Foto: Variety)
AKTRIS komedian Amy Poehler kembali duduk di kursi sutradara setelah sebelumnya menggarap film Wine Country (2019). Kali ini, Poehler membuat film kisah remaja berjudul Moxie yang sudah tayang di Netflix sejak 3 Maret lalu. Ia berupaya mengenalkan feminisme kepada generasi Z yang rentang usianya masih remaja.
Mengutip ANTARA, film dimulai dengan gadis SMA Rockport High bernama Vivian (Hadley Robinson) yang bermimpi sedang tersesat di hutan rimba. Meski ia sangat ketakutan, Vivian tidak bisa mengeluarkan suaranya sekalipun ia berterika sekuat tenaga.
Vivian adalah sosok siswi under the radar yang cuma punya satu sahabat dekat, Claudia (Lauren Tsai), anak perempuan keturunan Asia. Ia bahkan mendapat gelar Anak Paling Penurut di angkatannya.
Konflik muncul saat Vivian harus mengisi formulir aplikasi pendaftaran kuliah di Berkley. Ketika itu, ia menyaksikan anak baru yang sangat vokal bernama Lucy (Alycia Pascual-Pena) sedang diganggu oleh sang kapten footbal, Mitchell Wilson (Patrick Scwarzenegger). Lucy sendiri adalah karakter yang sepertinya lebih banyak dikisahkan di film.
Baca juga:
‘DOTA’ hingga ‘Mariposa’, Rekomendasi Tayangan Maret di Netflix
Perempuan keturunan Afrika-Amerika itu sempat ditegur Vivian untuk mengabaikan Wilson. Karena keras kepala, Lucy menolak perkataan Vivian dan tetap akan melawan di tukang bully itu.
Bingung dengan semua kenyataan ketidakadilan gender yang tiba-tiba saja begitu terlihat jelas di matanya, Vivian lantas bertanya ke ibunya (Amy Poehler), apa yang dilakukan sang ibu saat seusianya.
Poehler sangat antusias untuk membahas topik-topik berat dengan cara yang ringan. Hasilnya, jalan ceritanya jadi ambyar kemana-mana. Sepanjang film sosok Vivian terasa hambar. Nyatanya, alih-alih menyerap isu-isu terkini soal feminisme dari teman-temannya di sekolah, ia sibuk mengulik majalah-majalah selebaran dari koper tua milik ibunya.
Baca juga:
Kata Tina Fey dan Amy Poehler Terkait Kurangnya Keragaman HFPA
Selain Lucy, juga ada CJ (Josie Totah) si anak perempuan transgender yang tak juga diakui di sekolah karena orang-orang masih suka memanggilnyna dengan nama lamanya. Lalu ada gadis di kuris roda (Emily Hopper) yang meski punya keterbatasan, ia sangat berani bersuara.
Sosok Kiera (Sydney Park) dan Amaya (Anjelika Washington) yang meski berprestasi, tapi tidak diakui oleh pihak berwenang hanya karena mereka main di liga sepak bola anak perempyan. Sayangnya, kisah-kisah gadis tersebut hanya jadi catatan kaki untuk membantu membangun karakter Vivian yang biasa saja.
Terlepas dari situ, Moxie tampaknya punya potensi jadi jenis film baru mengingat Gen Z saat ini memang lebih peka terhadap berbagai isu, mulai dari perubahan ilkim sampai menciptakan budaya Cancel para selebritas yang mereka anggap tidak etis. (and)
Baca juga:
Tina Fey dan Amy Poehler Siap Pandu Golden Globes 2021
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Netflix makin Agresif, Perbarui Tawaran ke Warner Bros Jadi Rp 1.221 Triliun Tunai
Netflix Rilis Film Coming of Age 'Surat untuk Masa Mudaku', Tayang 29 Januari 2026
Film 'Aku Sebelum Aku' Siap Tayang di Netflix, Kolaborasi Gina S Noer dan Ringgo Agus Rahman
Sinopsis Night Shift for Cuties, Debut Sutrada Monica Vanesa Tedja di Proyek Netflix
Intip Sederet Aktor Kawakan yang Turut Memeriahkan Film Terbaru Joko Anwar 'Ghost in Cell'
Joko Anwar Hadirkan Trailer Film 'Ghost in Cell', Satir Penjara Berbalut Horor-Komedi
Film Korea 'My Dad, the Zombie' Mulai Produksi, Sajikan Komedi Keluarga yang Menyentuh
Deretan Film Horor Lokal Siap Teror Bioskop Akhir Januari 2026, Catat Jadwalnya!
Film 'Sadali' Tampilkan Dilema Cinta Jarak Jauh, Adinia Wirasti Comeback ke Layar Lebar
The RIP Netflix: Kisah Polisi dan Uang Haram