MerahPutih.com - Indonesia masih mempertahankan Alwi Farhan untuk menjaga asa tunggal putra Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsu di New Delhi, India, Kamis (20/6).
Alwi yang merupakan Unggulan ke-11 itu menang dua gim langsung 21-19, 21-11 dan menjadi satu-satunya tunggal putra Indonesia yang tersisa setelah Jonatan Christie terhenti pada babak 16 besar.
Saya sangat senang bisa menang sekaligus membalas kekalahan dari dia. Sekarang sudah sampai delapan besar, tetapi masih ada pertandingan berikutnya. Situasi ini cukup rumit karena ada peluang mendapatkan medali, tetapi saya tidak ingin terbebani ekspektasi sendiri,
katanya.
Alwi mampu mengatasi tekanan bermain di hadapan pendukung tuan rumah, terutama pada gim pertama yang berlangsung ketat sebelum diamankan dengan skor 21-19. Pada gim kedua, pemain berusia 21 tahun itu semakin menguasai pertandingan dan membatasi Ayush hingga 11 poin.
Baca juga:
Alwi Farhan Alihkan Fokus ke Kejuaraan Dunia 2026 Setelah Langkah Terhenti di China Open 2026
Alwi mengatakan tekanan bermain di kandang justru menjadi situasi yang berusaha dimanfaatkannya untuk mengambil kendali pertandingan.
"Saya tahu dia merasakan tekanan karena bermain di kandang dan situasi seperti itu tidak pernah mudah. Saya juga pernah mengalaminya. Karena itu, saya mencoba memanfaatkan keadaan tersebut untuk menambah semangat dan menguasai pertandingan," ujarnya.
Dukungan penonton kepada Ayush juga tidak mengganggu konsentrasi Alwi sepanjang pertandingan.
Saya mencoba tidak terpengaruh dengan dukungan penonton untuk Ayush. Ketika dia bermain di Indonesia, mungkin dia juga akan merasakan hal yang sama. Itu bagian dari olahraga. Bermain di kandang lawan harus dijadikan tantangan,
kata Alwi.
Sementara itu, langkah Jonatan terhenti setelah unggulan ketiga tersebut kalah dari Rasmus Gemke asal Denmark dengan skor 21-11, 13-21, 18-21.
Penurunan tempo permainan membuyarkan langkah tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. Unggulan ketiga itu tersingkir seusai melalui pertarungan tiga gim melawan wakil Denmark tersebut.
Setelah menang pada gim pertama, tempo permainan saya sedikit menurun dan dia mampu memanfaatkan kesempatan itu. Hal ini menjadi bahan evaluasi yang harus saya pikirkan kembali,
kata Jonatan dalam keterangan resmi PBSI.