Merahputih.com - Pembalap Spanyol Aleix Espargaro, yang akan mengakhiri karier MotoGP-nya setelah dua dekade membalap di kelas Grand Prix, mengumumkan perpisahan dengan Aprilia.
Ia telah berperan besar dalam mengembangkan RS-GP menjadi motor yang kompetitif, dengan 3 kemenangan, 11 podium, dan 6 pole position.
Espargaro kini mempertimbangkan menjadi test rider, namun menegaskan Aprilia bukan tujuannya selanjutnya.
Baca juga:
Honda muncul sebagai penawar utama dengan tantangan tingkat tinggi, sementara nasib Stefan Bradl, yang menjadi penguji sejak 2019, belum jelas.
HRC masih menghadapi tantangan, terutama setelah kepergian Marquez dan perekrutan Marini yang belum mampu beradaptasi dengan baik.
Baca juga:
Dalam dua tahun terakhir, Honda selalu di posisi terbawah di klasemen pabrikan. Bahkan, musim ini Marini belum berhasil mencetak poin satu pun.
Baca juga:
Dengan Joan Mir di posisi ke-18 dan Marini di posisi terbawah, Honda berharap kehadiran Espargaro akan membantu memanfaatkan kelonggaran setelah hasil buruk. Sementara itu, Yamaha juga aktif dalam upaya membuat motor mereka lebih kompetitif. (waf)