MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Transjabodetabek rute SH2 Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Tarif untuk rute SH2 ini senilai Rp 2.000 pada pukul 05.00-07.00 WIB dan Rp 3.500 pukul 07.00-22.00 WIB.
Harga normal itu hanya diberlakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tiga bulan pertama rute baru tersebut. Pemprov DKI bakal menaikkan tarif Transjabodetabek rute SH2 setelah tiga bulan beroperasi.
Rencananya, tarif baru yang akan dikenakan khusus layanan dengan rute Blok M-Soetta itu berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.
Pramono menjelaskan, pihaknya tidak secara permanen menetapkan tarif rute SH2 itu. Menurut dia, jika tarif tidak tinggikan maka beban yang ditanggung dari APBD cukup berat.
Baca juga:
Tarif Bus Trans Blok M–Bandara Naik Jadi Segini Setelah 3 Bulan, Gubernur Pramono Pede Tetap Laku
"Karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp 10 ribu sampai dengan Rp 15 ribu," kata Pramono di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3).
Selain itu, terdapat beberapa alasan yang membuat Pemprov DKI mesti memperlakukan tarif yang lebih mahal untuk rute ke bandara itu. Salah satunya adalah karena biaya operasional yang besar.
Pramono menilai, panjang lintasan yang dilalui Transjabodetabek rute SH2 itu cukup panjang, yaitu mencapai 65,1 kilometer. Selain itu, pihaknya juga harus melakukan modifikasi bus untuk melayani rute itu.
"Sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya juga bus parkir itu kan enggak gratis gitu ya, ada biaya-biaya yang harus ditanggung. Dan itulah yang sedang kami finalisasi, kami lakukan perhitungan," kata dia.
Meski nantinya akan memiliki tarif yang lebih mahal, Pramono menilai, layanan Transjabodetabek dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta dan sebaliknya itu dinilai masih jauh lebih murang dibandingkan moda transportasi lain dengan rute yang sama. Bahkan, harganya tidak sampai setengahnya.
"Tapi saya meyakini kalau katakanlah ini bisa Rp 15 ribu saja dibandingkan Damri yang Rp 80 ribu maupun taksi yang Rp 200 ribu lebih ataupun melalui Gocar yang rata-rata di atas Rp 125 ribu, saya yakin pasti ini akan menjadi favorit alternatif orang untuk menggunakan Transjabodetabek," kata dia.
Adapun rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno Hatta (Soetta) meliputi Blok M Jalur 6–Bundaran Senayan 2–FX Sudirman–Gelora Bung Karno 2–DPR/MPR 1–DPR/MPR 2–Sbr. Sowan Wisata Belanja–Jl. Cengkareng Golf Club 1–Sewarna Foodhall 1–Jl. Cengkareng Golf Club 3–Terminal Kargo 1–Terminal Kargo 2–Perkantoran Soekarno Hatta.
Sementara rute sebaliknya, Bandara Soekarno Hatta–Blok M, meliputi Perkantoran Soekarno Hatta–Stasiun KA Bandara–Imigrasi SHIA–Bundaran Kargo–Sekolah Ibu Pertiwi–Swadaya Slipi–Perpustakaan Riset BPK–Sbr. DPR/MPR 1–Gelora Bung Karno 1–Summitmas–Bundaran Senayan 1–Blok M Jalur 6. (Asp)