Alasan Lagu Versi 'Speed Up' Tren di TikTok Bagi Gen Z

Febrian AdiFebrian Adi - Senin, 06 Februari 2023
Alasan Lagu Versi 'Speed Up' Tren di TikTok Bagi Gen Z

Kini banyak musisi yang membuat versi lagu 'speed up'. (Unsplash/Hello)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PASTI pernah muncul pertanyaan dalam pikiranmu “Kenapa lagu yang tren di TikTok selalu menggunakan efek speed up?”. Pastinya bukan kamu saja yang pernah kepikiran pertanyaan seperti itu. Memang nyatanya dalam beberapa tahun ke belakang tren lagu speed up banyak bermunculan di linimasa media sosial terutama TikTok.

Masuknya tren remix speed up ternyata bisa mendorong beberapa lagu untuk masuk ke dalam puncak chart hingga menjadi viral. Misalnya lagu-lagu seperti Them Changes dari Thundercat, Fall in Love Alone dari Stacey Ryan, Escapism dari Raye hingga Bad Habit dari Steve lacy yang berhasil mendapatkan jumlah streaming tinggi di beberapa digital streaming platform (DSP) termasuk Spotify dan YouTube berkat adanya remix speed up itu.

Baca juga:

Tren 'Shower Makeup' ala TikTok Bisa Membuatmu Tampak Glowing

Dikutip dari lama NME (17/1) mereka coba mengeksplorasi hubungan dari tren musik speed up dengan obsesi masa kini. Editing yang dipercepat ini disebut sebagai Nightcore.

Awalnya, duo DJ asal Norwegia lah yang pertama kali memperkenalkan sub genre ini sekitar 2010. Waktu itu mereka mulai membuat musik dansa beroktan inggi dengan mempercepat tempo dan menggeser trek ke nada vokal atas.

Menurut produser sekaligus penyanyi Oliver Tree, musik yang menjadi soundtrack anak muda di era 60an enggak akan related dengan anak muda di 2023 dengan cara yang sama. Hal itu terjadi karena mereka menjalani kehidupan yang berbeda di dunia yang berbeda, pada titik yang benar-benar berbeda dalam sejarah.

Baca juga:

Tren Baru TikTok, Sparkling Vampire Skin ala Edward Cullen

“Saat dunia berubah dan berkembang, begitu pula musik,” tutur Oliver seperti dikutip dari NME (17/1).

Sementara, Program Manager untuk Global Music TikTok Olive Rozario mengatakan bahwa fenomena tersebut juga tak lepas dari campur tangan dan peran penting dari pemberdayaan penggemar dan konsumen. “Orang enggak hanya datang ke TikTok buat mengonsumsi, tapi juga untuk berkreasi.”

“Karena banyak yang suka, pada akhirnya, lebih banyak artis dan label yang mengikuti tren ini. Dan bersandar dengan momen ‘menarik’ dalam versi remix. Kita sudah melihat semakin banyak remix yang dipercepat dan diperlambat yang diluncurkan di TikTOk dan enggak lama dirilis secara resmi,” tutup Rozario. (far)

Baca juga:

Tren Tiktok ‘Frozen Honey Jelly’, Haruskah Dicoba?

#Musik #TikTok #Aplikasi TikTok #Media Sosial #Sosial Media
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
Calvin Harris akan menggelar tur headline pertamanya di Australia pada Februari 2027 dengan menyambangi Perth, Brisbane, Sydney, dan Melbourne.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Calvin Harris Gelar Tur Headline Pertama di Australia pada Februari 2027
ShowBiz
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
Dhira Bongs berkolaborasi dengan grup vokal asal Kyoto, Jepang, WITHDOM, lewat single 'Stand by me' yang memadukan R&B, UK garage, dan pop 90-an.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
'Stand by me' Jadi Single Kolaborasi Dhira Bongs dan WITHDOM, Ada Sentuhan Pop 90-an
ShowBiz
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
Rosé BLACKPINK merilis 'new trick' pada 18 September 2026. Lagu ini bercerita tentang bangkit setelah patah hati dan menemukan kekuatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Rosé Rilis Single Baru 'new trick', Video Musiknya Dibuat Pakai iPhone 18 Pro
ShowBiz
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
Madonna kembali ke panggung VMAs setelah 23 tahun dan akan menjadi penampil pembuka VMAs 2026 di Los Angeles pada 27 September.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Madonna akan Kembali ke VMAs Setelah 23 Tahun, Aksi 2003 Kembali Jadi Sorotan
ShowBiz
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
Macklemore berencana mendonasikan 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 17,7 miliar kepada enam organisasi yang membantu rakyat Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
ShowBiz
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
Linkin Park: Unshatter merekam perjalanan band setelah tujuh tahun jeda pascakepergian Chester Bennington dan hadirnya dua anggota baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
ShowBiz
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ZZUF kembali lewat album penuh kedua yang berisi 15 lagu. Album ini menghadirkan kolaborasi dengan softtrauma, Deathro, dan After Hours.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ShowBiz
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
Zeke and The Popo menyiapkan sesi dengar Crazy Life di 9 kota jelang perilisan album kedua pada 7 Oktober 2026 melalui Black Morse Records.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
ShowBiz
Single 'Without You' Jadi Cara Polaris Menghadapi Duka Kehilangan, Simak Liriknya
Polaris kembali setelah tiga tahun tanpa musik baru lewat “Without You”, single yang lahir dari duka atas meninggalnya gitaris Ryan Siew pada 2023.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Single 'Without You' Jadi Cara Polaris Menghadapi Duka Kehilangan, Simak Liriknya
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Bagikan