Merahputih.com - Gelandang berkebangsaan Belanda keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, resmi hengkang dari Manchester City menuju klub Liga Pro Arab Saudi, Al Qadsiah.
Kepindahan permanen pemain berusia 27 tahun ini mengakhiri masa bakti singkat sang pemain di Etihad Stadium.
Tijjani Reijnders telah bergabung dengan Al Qadsiah melalui kesepakatan permanen, dengan ketentuan menunggu izin internasional. Semoga sukses,
rilis akun resmi Manchester City.
Al Qadsiah sendiri sudah mengumumkan perekrutan Tijjani dan menyambut kedatangan sang bintang lewat pengumuman antusias di media sosial.
"Ada perekrutan benar-benar menyempurnakan segalanya. Bintang top satu ini milik kita," tulis pernyataan resmi Al Qadsiah.
Alasan Taktis Enzo Maresca dan Rincian Nilai Transfer
Langkah pelepasan sang pemain mengejutkan banyak pihak mengingat masa kontrak awal sang gelandang berlaku hingga 2030.
Namun, skema taktis pelatih kepala Enzo Maresca tidak menyertakan Reijnders dalam proyek masa depan tim.
Perubahan komposisi lini tengah menjadi kebutuhan mendesak sang pelatih, terutama usai kepindahan Rodri menuju Barcelona.
-
Nilai Transfer Kesepakatan: 60 juta poundsterling atau sekitar Rp1,45 triliun.
-
Pakar Sumber Laporan: Jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano.
-
Durasi Pengabdian di Inggris: Berlangsung selama 1 musim kompetisi (bergabung sejak musim panas 2025).
-
Usia: 27 tahun.
-
Klub Tujuan Baru: Al Qadsiah (Liga Pro Arab Saudi).
Salam Perpisahan Manis Sang Gelandang
Kepindahan menuju Timur Tengah tidak melunturkan apresiasi Reijnders atas kesempatan membela klub raksasa Liga Inggris tersebut.
Tijjani Reijnders mengekspresikan rasa terima kasih mendalam atas pengalaman berharga selama merumput di Manchester.
"Menjadi bagian dari skuad memenangkan dua trofi spesial pada musim lalu merupakan pengalaman dan pencapaian luar biasa akan selalu saya kenang," tutur Tijjani Reijnders.
Ia menegaskan ikatan emosional bersama klub asal Manchester tersebut akan tetap terjaga.
"Saya mungkin akan melanjutkan perjalanan, tetapi Manchester City akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya," kata Tijjani Reijnders menambahkan.
Langkah kepindahan ini makin mempertegas eksodus bintang-bintang papan atas Eropa menuju kompetisi Liga Pro Arab Saudi. Publik sepak bola dunia kini menantikan kontribusi penuh sang gelandang dalam membawa Al Qadsiah bersaing di papan atas.