Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Aktivitas Seksual Satu ini Bahaya Banget, Pikir lagi sebelum Melakukannya

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 19 Januari 2018
Aktivitas Seksual Satu ini Bahaya Banget, Pikir lagi sebelum Melakukannya

Ilustrasi. (foto: pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA pasangan terkadang ingin mencoba sesuatu yang baru untuk urusan ranjang.

Baru-baru ini, situs lifestyle besutan Gwyneth Paltrow memberi ide baru untuk variasi aktivitas seksual. Apa itu?

Seks anal.

Meskipun ide itu kemudian menjadi bahan pembicaraan di mana-mana, ginekolog malah punya pendapat berbeda. Seperti dikutip dari Health, Lauren F Streicher, MD, seorang obsgyn yang juga Direktur Center for Sexual Medicine and Menopause di Feinberg School of Medicine pada Northwestern University, mengatakan banyak risiko yang dapat muncul akibat melakukan seks anal. Perempuan harusnya mengetahui risiko tersebut.

"Faktanya, anus tidak dirancang untuk aktivitas intercourse. Itu hanya saluran satu arah," ujar Streicher.

Lapisan anus lebih tebal, tapi tak elastis seperti vagina. Miss V punya lapisan tebal yang elastis sehingga mampu melebar untuk mengakomodasi penis, bahkan bayi. Sementara itu, lapisan anus yang tidak elastis itu rentan mengalami robek. Adanya luka robek itu akan meningkatkan risiko Anda terpapar infeksi menular seksual.

Gonore rektal, klamidia anal, dan HIV merupakan penyakit yang mungkin terjadi karena seks anal. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS bahkan menyebut seks anal punya risiko tertinggi menularkan HIV. Selain itu, seks anal juga memungkinkan penularan human papillomavirus (HPV). Virus tersebut dapat menyebabkan kanker anus.

"Hanya sedikit pria heteroseksual mengidap HIV, tapi hampir separuh jumlah pria memiliki HPV," ujar Streicher.

Dengan risiko tertular penyakit infeksi seksual, sayangnya dokter tidak akan melakukan tes untuk penyakit seksual anal terkecuali jika Anda mengaku pernah melakukan aktivitas seksual tersebut.

Risiko negatif lain yang dapat timbul dari seks anal, yaitu pendarahan, rasa sakit, hingga tak bisa menahan buang air besar.

"Ya, tentunya kotoran yang menodai pakaian dalam bukanlah hal yang menyenangkan," ujarnya lagi.

Sebuah penelitian di Northwestern University menemukan bahwa perempuan yang melakukan seks anal sebagai bagian dari aktivitas seksual mereka mengaku mengalami perubahan dalam hal buang air, seperti perubahan konsistensi kotoran hingga buang air yang tidak bisa ditahan.

Meskipun demikian, Streicher mengingatkan para pasangan yang tetap ingin mencoba seks anal untuk amat berhati-hati. Satu-satunya hal yang ia sarankan ialah selalu gunakan kondom.

"Selalu gunakan kondom saat melakukan seks anal," ujarnya mengingatkan.

Well, dengan sedemikian banyak risiko yang mengintai, ada baiknya Anda menghindari aktivitas seksual yang satu ini, ya.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan